|
Zannuba Arifah Chapsoh, 30 tahun, menepati janjinya. Dia tetap tidak memilih alias golput (golongan putih) saat pemilu presiden, Senin pekan lalu. Padahal putri mantan presiden K.H. Abdurrahman Wahid yang kerap disapa sebagai Yenny ini pendukung berat sekaligus berkampanye untuk calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ”Kami sekeluarga tetap golput,” kata Yenny kepada wartawan Tempo, F.X. Dimas Adityo, di Ciganjur, Jakarta Selatan.
Menggunakan mobil Honda CR-V, Yenny melesat ke sejumlah TPS untuk memantau perkembangan perolehan suara. Menjelang sore, Yenny mendatangi rumah SBY di Cikeas, Bogor. Mengapa golput? Menurut dia, itu sebagai simbol protes terhadap kesewenang-wenangan KPU yang menghalangi hak politik ayahnya mencalonkan diri sebagai presiden. Meski golput, Yenny merasa telah ikut menyedot jutaan suara untuk kemenangan SBY. Karena data awal SBY sudah unggul, maka, ”Beliau layak menang,” ujarnya.
|