Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 31/IIIIIII/27 September - 03 Oktober 2004
   
Luar Negeri

Lintas Internasional

Kolombia

Demo Suku Indian

Sekitar 50 ribu warga suku Indian naik sepeda dan membanjiri jalan tol Pan-America di Kolombia, dua pekan lalu. Mereka juga membawa truk-truk sayuran serta berjalan kaki sepanjang 100 km menuju Kota Cali, Kolombia.

Long-march ini digagas suku Indian Naza (lebih dikenal sebagai Paez) dan komunitas pribumi lain termasuk para petani, komunitas kulit hitam, serta kaum pedagang. Mereka berniat menyuarakan secara langsung dan terus-menerus aksi demo terbesar sepanjang sejarah Negara Bagian Cauca ini melalui radio Payumat, radio pribumi Kolombia.

Melalui pengeras suara yang terus-menerus berkumandang, mereka menuntut pengusutan atas berbagai kasus hak asasi manusia, juga dihentikannya penindasan hak asasi manusia serta kekejaman selama perang saudara empat dekade di Kolombia. Demo akbar yang digelar suku Indian Kolombia ini pada intinya menuntut reformasi konstitusi dan menentang kebijakan perdagangan bebas dengan Amerika Serikat.

Jerman

Neo-Nazi Masuk Parlemen

National Democratic Party (NDP) kini mencari kawan koalisi untuk mempersiapkan diri meraih jumlah kursi yang signifikan di parlemen Jerman. Setelah meraup kemenangan cukup besar (9,2 persen) di kawasan timur Jerman, NDP, partai neo-Nazi itu, melirik partai "kiri" lainnya yang juga menang dengan angka lumayan (6,1 persen), German People's Union (DVU). Dengan koalisi ini dipastikan keduanya akan memperkuat posisi partai neo-Nazi sebanyak 5 persen di parlemen Jerman.

Juru bicara NDP, Joschka Fischer, menyebutkan dengan koalisi ini partainya akan terus memperjuangkan "perlawanan terhadap sistem kapitalisme liberal" dan kembali akan menyokong hukum-hukum yang menjadi dasar negara Jerman pada masa seusai perang pada setengah abad lalu.

Pemerintah Jerman sendiri mengkhawatirkan hal ini, meskipun tidak akan mencoba membubarkan partai itu lagi. Usaha pertama mereka gagal setelah mahkamah membatalkan kasus partai neo-Nazi di pengadilan. "Partai dengan propaganda anti-Semit yang kini masuk badan legislatif (Jerman) jelas akan menjadi problem," ujar Menteri Dalam Negeri Jerman, Otto Schily.

Amerika Serikat

Dewan Keamanan PBB

Keanggotaan Dewan Keamanan, lembaga paling berpengaruh di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mulai dipertanyakan. Pekan lalu Brasil, India, Jerman, dan Jepang bersepakat melobi PBB untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Mereka telah bertemu dan mengungkapkan hal ini dalam sebuah sidang tahunan di PBB pekan lalu. "Dewan Keamanan harus representatif, legitimatif, dan efektif," demikian salah satu isi pernyataan mereka.

Pernyataan itu diteken oleh PM Jepang Jonichiro Koizumi, Perdana Menteri India Manmohan Singh, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Menteri Luar Negeri Jerman Joschka Fischer. Mereka juga mengusulkan untuk mereformasi organisasi PBB dan menuntut Sekjen Kofi Annan bertindak cepat memberi reaksi terhadap tuntutan mereka.

Keempat negara ini mencontohkan, krisis Perang Irak yang berlarut-larut adalah bukti kegagalan Dewan Keamanan PBB menjaga perdamaian dunia karena hanya lima anggota tetap Dewan Keamanan yang punya hak veto. Sejak tahun 1945, anggota tetap Dewan Keamanan PBB memang tidak berubah: Inggris, Cina, Amerika, Rusia, dan Prancis. Sepuluh negara lain setiap dua tahun digilir sebagai anggota. "Anggota tetap Dewan Keamanan PBB harus mewakili realitas dunia masa kini, bukan pasca-Perang Dunia II," Lula da Silva menegaskan.

Haiti

Badai Jeanne

Badai belum berlalu di Haiti. Dipastikan badai Jeanne ini akan terus mengamuk empat minggu ke depan. Padahal, hingga akhir pekan lalu, tim penolong masih mencari ribuan orang yang hilang diempas badai. Sumber resmi pemerintah negara Haiti melaporkan sedikitnya ada 2.000 orang yang tewas sejauh ini. Dikhawatirkan, jumlah ini masih akan terus bertambah. "Saat badai reda, kami menemukan mayat-mayat berserakan di jalan," ujar Fernando Arroyo, pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gonaives. Korban tewas memang kebanyakan berasal dari kota-kota pesisir di Gonaives.

Haiti, negara termiskin di Benua Amerika, makin menderita karena badai juga membawa banjir bandang yang menerjang negeri mungil di kawasan Karibia itu. Pada Mei lalu, banjir juga melanda Haiti dan menewaskan 2.000 orang. Kini ribuan orang mengungsi ke tempat-tempat pengungsian dan mendapat bantuan makanan dari PBB. Badai tropis Jeanne, yang membawa angin berkecepatan 150 km per jam, juga telah menghantam pesisir Samudra Atlantik sepanjang 700 km lebih.

EWS


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data