Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 31/IIIIIII/27 September - 03 Oktober 2004
   
Ekonomi dan Bisnis

Penyimpangan Rp 167 Triliun

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 22 kasus penyimpangan uang negara senilai Rp 167 triliun (Rp 166,5 triliun plus US$ 62,7 juta). Kasus-kasus yang berbau korupsi, kolusi, dan nepotisme itu terjadi selama kurun 1999-2003. Dalam laporan akhir masa jabatan di depan sidang MPR pekan lalu, Ketua BPK Satrio B. Joedono menyebutkan bahwa berbagai penyimpangan itu terjadi di semua lini keuangan negara: melalui APBN atau non-APBN, pemerintahan pusat sekaligus daerah, Bank Indonesia, dan juga badan-badan usaha milik negara.

Kasus-kasus itu, kata Satrio, telah diserahkan ke aparat Kejaksaan Agung dan kepolisian untuk diproses secara hukum. Dokumen penyimpangan juga dikirimkan oleh BPK ke Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Anggota BPK Bambang Wahyudi, seperti dikutip Koran Tempo, mengungkapkan bahwa sebagian besar penyimpangan berbau KKN itu terkait dengan kebijakan penyaluran bantuan likuiditas Bank Indonesia. Penyimpangan jenis ini hanya sebagian dari penyimpangan keuangan negara yang ditemukan BPK. Penyimpangan yang lain digolongkan BPK sebagai penyimpangan terhadap ketertiban dan ketidaktaatan pada peraturan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data