Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 31/IIIIIII/27 September - 03 Oktober 2004
   
Ekonomi dan Bisnis

Subsidi Pertamina Seret

Pertamina kembali didera persoalan keuangan.

Pertamina kembali didera persoalan keuangan. Gara-garanya, tak lain, pemerintah masih menunda-nunda pembayaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dijanjikan akan dilunasi setiap bulan. Setelah sempat menikmati pembayaran subsidi BBM untuk Januari-Juni 2004 sebesar Rp 5,1 triliun, Pertamina belum mendapatkan pembayaran subsidi untuk Juli dan Agustus. Akibatnya, kondisi arus kas perusahaan kembali terganggu. Padahal harga minyak mentah di pasar dunia kembali menanjak, yang menyebabkan Pertamina harus menyediakan dana pembelian minyak lebih besar lagi.

Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone mengungkapkan bahwa kewajiban pembayaran subsidi itu mencapai Rp 12,2 triliun?Rp 5,1 triliun untuk Juli dan sisanya jatah Agustus. "Dari penerimaan pembayaran subsidi senilai Rp 5,1 triliun yang dulu, yang tersisa tinggal Rp 1,6 triliun," kata Alfred. Dengan harga minyak mentah masih juga di atas US$ 40 per barel, Pertamina harus mengeluarkan dana untuk mengimpor minyak mentah dan BBM sampai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9 triliun per bulan. Jika pemerintah terus menunda pembayaran subsidi, kas perusahaan negara terbesar di Indonesia ini bakal kering kerontang.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data