Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 30/XXXIII/20 - 26 September 2004
   
Daftar berita Selingan
Sepotong Makassar di Tanah Arnhem
Di Marege, pesisir utara Arnhem Land, para pelaut Sulawesi Selatan melabuhkan padewakang, perahu layar khas Makassar, sekitar empat abad silam. Di belahan Northern Territory itu (salah satu negara bagian Australia), mereka mencari teripang pada setiap musim berlayar setelah menempuh perjalanan panjang melintasi benua. Di sana, mereka bercampur-gaul dengan penduduk Aborigin—mempertalikan budaya, bahasa, dongeng, tradisi, dari kedua suku yang berbeda rumpun dan sejarah.

Hampir seabad sudah lewat sejak padewakang terakhir membuang sauh di Arnhem Land—dan meninggalkan jejak yang masih kuat terpatri hingga kini. Wartawan Tempo Endah W.S. menjelajah Arnhem Land pada Agustus lalu dan merekam warisan leluhur para daeng pelaut Makassar di Benua Australia.

Berikut ini laporannya. 

Darah Daeng di Tubuh Datjing
Matjuwi Burarrwanga di Arnhem Land dan Mansjur Muhayang di Makassar terpisah selama puluhan tahun. Sejarawan Australia, Peter Spillet, berhasil mempertautkan dua bersaudara ini lewat pelayaran napak tilas.  
26 Hari Melintasi Benua
Peter ”Daeng Makulle” Spillet, sejarawan legendaris Australia, mengisahkan kembali pelayarannya dengan padewakang, si perahu Makassar.  
Requiem di Saat Pulang
Kultur maritim Makassar merasuk dalam kehidupan Aborigin di Arnhem Land. Banyak lukisan perahu terpatri di dinding gua.  

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data