Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 29/XXXIII/13 - 19 September 2004
   
Daftar berita Laporan Khusus
Cerita An Peng Sui dan Calon Presiden Kita
Mengamati orang-orang di sekeliling calon presiden adalah cara lain untuk menilai kandidat presiden. Ciri khas transisi menuju demokrasi. 
Tengoklah Kandang Banteng
Kubu Megawati-Hasyim Muzadi berjuang mendongkrak citra. Tidak sedikit pula tarik-menarik kepentingan.  
Sang Meteor yang Dipuja dan Dicerca
Tak seperti Megawati yang jarang berkata-kata, Hasyim mudah bersuara. Dialah meteor politik yang dipuja dan dicerca. 
Karena Cinto dan Politik
Pilar utama kekuatan Megawati bukan cuma dari pamor PDIP, tetapi juga dari determinasi Taufiq Kiemas.  
Jalan Panjang untuk Sang Putri
Ia pendamping setia Megawati. Mungkin ada mahkota yang disiapkan untuknya. Tapi ia mesti banyak belajar dan menunjukkan kemampuan. 
Orang Desa Mengabdi Kerajaan
 
Seorang Punggawa yang Setia
Bermula dari kader kos-kosan, kini menjadi orang kepercayaan. Politisi yang tahu kapan harus bergerak, kapan berdiam diri. 
Ujian untuk Si Pelobi
Lobi Tjahjo Kumolo dianggap berhasil merangkai Koalisi Kebangsaan. Tapi ada yang meragukan lobi itu. 
Hikayat Sang Superminister
Rini M.S. Soewandi dengan cepat memasuki lingkar dalam PDI Perjuangan. Setelah jadi menteri malah tekor. 
Laksamana di Sarang Banteng
Laksamana Sukardi masuk PDI Perjuangan pada saat yang pas. Ingin Menteri Pariwisata. 
Serdadu Tua di Pusat Orbit
Theo Syafei adalah pesawat ulang-alik: melesat cepat dan bertahan di lingkaran terdalam Partai. 
Spesialis Urusan Senior
 
Sangat Longgar, Tak Ada Ketua
Bergerak dari rumah sewaan, tak disekat struktur PDI Perjuangan. Pada awalnya mendukung tim resmi. 
Pasukan Komando dari Cikeas
Inilah wajah tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono: gado-gado, hangat, dan taat komando. 
Kisah Saudagar dari Wetampone
Jusuf Kalla memiliki banyak nilai tambah bagi SBY. "SBY Jawa, saya luar Jawa. SBY militer, saya pengusaha," katanya. 
Penyokong Setia Setiap Saat
Ia adalah pendamping setia SBY. Perannya tak sekadar konco wingking
Arsitek Politik Kampanye SBY
Dialah mak comblang yang menjodohkan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Muhammad Jusuf Kalla. Kedekatan timnya dengan sang kandidat menimbulkan kecemburuan. 
Gas Sekaligus Rem
Pertemanan sejak taruna membuat Sudi lekat dengan Yudhoyono. Dekat dengan kalangan pesantren. 
Pertemuan Dua Lelaki Virgo
Perjalanan politik Subur Budhisantoso penuh kejutan. Ia tidak mau berebut naik ke panggung.  
Rela Jadi Satpam Demi Aceh
Dia lengket bagai pengawal pribadi ke mana pun Yudhoyono pergi. Obsesinya tetap untuk Aceh. 
Penyokong yang Tahu Diri
Dulu sebagai kolega, kini Irvan Eddyson bertugas mengatur kegiatan SBY. Lebih sering di belakang layar. 
Yang Bertutur Seperti Danau
Mochamad Ma'ruf menjadi dirigen tim kampanye SBY-Kalla. Siap menjadi anggota kabinet. 
"Lebih Senang Jadi Teman Presiden"
Suko, teman Megawati di GMNI, sekarang mendukung SBY. Ia menasihati SBY agar maju ke pencalonan presiden. 
Bermula dari Dialog Bali
Terbilang cepat meroket di dunia bisnis, Muhammad Lutfi tiba-tiba lengket dengan SBY. 
Pak Kiai Seorang King Maker
K.H. Akhmad Khairun Nasihin tokoh spiritual SBY. Dialah yang menjodohkan SBY dengan Jusuf Kalla. 
Tangan-Tangan di Balik Popularitas
 
Loyalitas Tak Lekang
Mulanya hubungan kerja, lalu dekat secara personal. Itu sebabnya sejumlah staf Kementerian Polkam tetap mendukung Yudhoyono. 
Seribu Kecap di Awang-awang
Para kandidat presiden menawarkan program yang muluk-muluk. Itu bisa menjadi bumerang bagi para calon presiden.  
Lima Jurus Mega-Hasyim
Pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi menjanjikan bakal mengangkat Indonesia dari keterpurukan. Untuk bidang ekonomi, mereka menyusun program "Rekomendasi-5" (Rencana Ekonomi Mega-Muzadi). Inilah janji mereka: 
"Tim Pemberantas Korupsi Akan Dibentuk"
 
"Tidak Ada yang Instan"
 
”Yang Terpenting Trust Building.”
 
"Tak Ada Lagi Pri dan Nonpri"
 
"Yang Pertama Memberi Teladan Kepala Negara"
 
"Saya akan Mendengar Pikiran Rakyat..."
 
Nama-Nama di Air Keruh
Susunan kabinet menjadi ajang pertarungan orang di sekitar kandidat presiden. Juga upaya untuk mendongkrak citra calon presiden. 
Pendukung Perubahan
Koleganya menganggap dia ”penerjang topan badai” dalam memperjuangkan prinsip. 
Kursi Panas dengan Kepala Dingin
Namanya digadang-gadang tidak hanya oleh tim SBY, tapi juga tim Mega. "Itu kursi panas," katanya. 
Satu Hati, Satu Pikiran
Yusril menempati peranan penting di mata SBY. Penyusunan kabinet, misalnya, bakal dibicarakan dengan Yusril dan Kalla. 
Masih Sebatas Omongan
PDI Perjuangan menyebut Sri Mulyani calon kuat menteri bidang ekonomi. Spesialis kandidat. 
Profesional, Tidak Partisan
Berlatar belakang studi Islam, dia piawai berkomentar tentang politik kontemporer. 
Gayung Bersambut Calon Lama
Beberapa kali namanya disebut sebagai kandidat Jaksa Agung. Setuju hukuman mati. 
Mencari Menteri dari Bali
Kerja membongkar jaringan pelaku bom Bali disebut bakal mengantarkan Pastika ke kursi menteri. Tapi ia belum dikontak siapa pun dari PDIP. 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Larikan Mobil Polisi, Pemabuk Tewas - 05 Sep 2008 | 11:15 WIB
Hillary Clinton Tolak Pencalonan McCain dan Palin - 05 Sep 2008 | 11:12 WIB
Introspeksi Gaya PSP - 05 Sep 2008 | 11:12 WIB
Sejumlah Calon Legislator Dicalonkan Dua Partai - 05 Sep 2008 | 11:11 WIB
Kecelakaan Beruntun di Tol Cibitung, Satu Polisi Luka Parah - 05 Sep 2008 | 11:01 WIB
Badan Kehormatan DPR Tak Sempat Periksa Agus Condro - 05 Sep 2008 | 10:58 WIB
Spanyol Pakai Pengalaman Indah Euro 2008 - 05 Sep 2008 | 10:52 WIB
Ucapan Selamat Untuk Pasangan Alex dan Eddy - 05 Sep 2008 | 10:49 WIB
Djokovic Musnahkan Impian Roddick - 05 Sep 2008 | 10:48 WIB
Gaya Ramah Lingkungan   - 05 Sep 2008 | 10:38 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data