Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 22/XXXIII/26 Juli - 01 Agustus 2004
   
Teknologi Informasi

Kring? Halo, Saya Virus. Boleh Masuk?

Mitos bahwa telepon genggam tak bakal ditembus virus runtuh sudah. Untung, belum ada jenis yang ganas.

DALAM beberapa bulan ke depan, kenyamanan pengguna telepon genggam dan PDA (personal data assistant), seperti pocket PC yang menggunakan sistem operasi Windows CE, tampaknya akan terganggu. Bukan karena kualitas layanan operator yang menurun, melainkan karena adanya gangguan yang selama ini hanya dialami oleh pengguna komputer meja dan laptop: masuknya virus.

Program susupan yang diklaim sebagai virus pertama yang menyerang pocket PC itu telah dapat dideteksi oleh perusahaan keamanan komputer Rumania, Bit Defender, Selasa pekan lalu. "Kode-kode program itu kelihatannya dikirim kepada para pakar antivirus, bukan disebar secara sembarangan," kata Viorel Canja dari BitDefender.

Untungnya, virus yang kemudian disebut Duts itu, selain dinilai tidak berbahaya, juga dibuat sebagai bukti konsep (proof of concept) bahwa Windows CE masih memiliki banyak lubang yang bisa ditembus. Selain itu, virus ini juga terbilang "sopan". Lihat saja, begitu masuk ke komputer, ia sempat-sempatnya meminta izin ke pemiliknya dengan mengucapkan salam permisi: "Dear user, am I allowed to spread?"

Jika pengguna menekan "no", virus tak akan menyebar. Tapi, yang melegakan, Duts tidak menginfeksi peranti lainnya lewat e-mail. Sebab, jika Duts bisa menunggangi surat elektronik itu sebagai kendaraannya, bisa dibayangkan betapa paniknya komunitas pengguna pocket PC yang ditaksir sudah mencapai 17 juta orang di seluruh dunia.

Nama virus ini awalnya adalah Dust, yang berasal dari kalimat yang muncul di layar PDA: This code arose from the dust of Permutation City. Permutation City adalah judul novel karya penulis fiksi ilmiah Greg Egan yang disukai penulis virus. Namun, karena hak privilese untuk menyebut nama virus diberikan kepada perusahaan antivirus yang pertama kali menemukannya, BitDefender menamainya sebagai Duts.

BitDefender menyatakan Duts dibuat oleh seseorang yang menyebut dirinya Ratter, anggota grup internasional pengembang virus 29A VX. Kode VX itu merupakan singkatan dari Virus Writing Group, sebuah akronim yang populer di kalangan programer. Disebutnya nama 29A sekaligus mengakhiri rumor yang menyebutkan bahwa Duts dibuat oleh perusahaan pembuat antivirus sebagai akal-akalan untuk penjualan produk mereka berikutnya, karena 29A adalah salah satu grup yang sangat disegani (lihat, Surga Pembuat Virii).

Hampir sebulan sebelumnya, kelompok ini juga menjadi bahan pembicaraan ketika sukses menerobos sistem operasi Symbian, yang digunakan pada telepon seluler, dengan menggunakan sistem radio jarak pendek Bluetooth. Virus ponsel yang sebenarnya merupakan cacing (worm) itu menyebar dengan menggunakan file distribusi Symbian yang diformat khusus.

Meski saat ini daya rusak sang virus terbilang sangat rendah, tetap saja menjengkelkan. Sebab, setiap kali pengguna ponsel melakukan reboot, cacing yang disebut Cabir (atau disebut Epoc.Cabir oleh Sophos, sebuah perusahaan keamanan komputer internasional) akan memantau ponsel-ponsel lain yang terkoneksi melalui Bluetooth dengan ponsel inangnya. Dari situlah Cabir menyeberang dan hinggap di ponsel berikutnya, sebelum memindai calon korban ponsel berikutnya. Ponsel yang sangat rentan untuk disusupi Cabir adalah Nokia 3650, 7650, dan N-Gage, yang banyak menawarkan game.

Sejauh ini, para pakar antivirus masih yakin bahwa Cabir dan Duts sama sekali tidak berbahaya karena hanya beredar di lingkungan terbatas.

Mudah-mudahanlah. Sebab, kalau sampai WinCE diterobos oleh varian Duts yang lebih ganas buatan hacker tak bertanggung jawab, entah berapa telepon pintar dan PDA yang bakal benar-benar "dut"?rusak selamanya.

Akmal Nasery Basral



Surga Pembuat Virii

Para pembuat virus adalah legenda tersendiri di dunia Internet. Selain nama-nama seperti Black Baron (penyebar virus SMEG), David L. Smith (pencipta dan penyebar virus Melissa, Maret 1999), Chen-Ing Hau (pembuat virus CIH untuk merayakan tragedi Chernobyl), dan Herm1t (webmaster dari situs sumber virus VX Heavens), 29A adalah nama yang cukup disegani. Terdiri dari 9 orang, nama 29A berasal dari konversi heksadesimal untuk angka 666?angka paling sial dalam tradisi Barat.

Sebelum menciptakan Cabir dan Duts, kelompok ini pernah menciptakan sejumlah virus utama, yang biasa disebut "virii". Misalnya virus polimorfik W95.Marburg dan W32.CTX, yang diciptakan oleh anggota bernama GriYo. Virus polimorfik mampu secara acak memilih metode kriptografi sehingga sulit dideteksi, kecuali oleh mereka yang sangat mahir dan punya kemampuan tinggi dalam menulis kode-kode virus. Seorang anggota 29A lain yang memperkenalkan diri sebagai The Mental Driller juga diakui kehebatannya dalam membuat virus polimorfik seperti Win32/Simile.

Namun, anggota yang paling melegenda dari kelompok ini adalah Benny, warga Republik Cek yang baru berusia 22 tahun. Ia menjadi buah bibir ketika menciptakan W32.Winux, sebuah virus yang untuk pertama kalinya mampu menginfeksi Windows dan Linux sekaligus. Benny juga yang membuat W2K.Stream, virus yang sangat sulit dideteksi. Saking sulitnya, Kepala Riset Anti-Virus di Kapersky Lab, Eugene Kapersky, sampai menyebut temuan Benny sebagai "era baru dalam penciptaan virus".

Kini, dengan munculnya nama Ratter sebagai pencipta Duts, hegemoni 29A tampaknya akan terus berkibar sebagai surga para pembuat virii.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data