Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 17/XXXIII/21 - 27 Juni 2004
   
Olahraga

Judi Terbesar Sepanjang Masa

PASAR taruhan mencatat rekor baru. Duel Inggris melawan Prancis di hari kedua Piala Eropa 2004 memecahkan rekor taruhan sebesar 25 juta poundsterling (sekitar Rp 425 miliar). Angka ini dilansir Ladbrokes, bursa taruhan terkemuka Inggris. Rekor itu mengalahkan angka taruhan saat Inggris melawan Brasil pada perempat final Piala Dunia 2002, sebesar 20 juta poundsterling.

Dengan rekor yang dicatat pada awal turnamen, bursa taruhan William Hill memperkirakan uang judi yang berputar selama Piala Eropa akan mencapai 300 juta poundsterling (Rp 5,1 triliun). Angka ini mengalahkan rekor judi pada Piala Dunia 2002 sebesar 250 juta poundsterling. Jumlah tersebut juga jauh di atas angka judi pada Piala Eropa 2000 sebesar 200 juta poundsterling.

Kali ini pasar taruhan semakin ramai dengan adanya ITV, jaringan televisi interaktif di sejumlah negara Eropa. Televisi kabel ini memberikan kesempatan pelanggannya untuk memasang taruhan langsung dari remote control televisinya. "Ini cara paling mudah bagi penonton melakukan taruhan secara interaktif," kata Steve Taylor, Direktur Bet Direct, yang mengelola taruhan ini.

Sumbangan para petaruh dari Asia juga tidak kecil. Menurut Betfair, bursa taruhan yang bermarkas di Singapura, diperkirakan 20 persen total taruhan tersebut berasal dari para penjudi Asia. Angka ini bisa didata lewat bursa-bursa taruhan resmi. Yang tidak resmi? Jumlahnya jauh lebih besar. "Saya yakin, dari setiap satu dolar taruhan resmi, ada seribu dolar taruhan tidak resmi," kata Levene, Direktur Betfair untuk kawasan Asia.

Thailand disebut sebagai salah satu negara Asia yang perputaran uang judinya paling besar. Pusat penelitian Farmers Bank Thailand meramalkan judi di Negeri Gajah Putih itu akan menyedot uang 33 miliar baht atau sekitar Rp 7,5 triliun. Jumlah itu sama dengan 0,5 persen dari produk domestik bruto Thailand tahun ini.

Agung Rulianto


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data