Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 15/XXXIII/07 - 13 Juni 2004
   
Arsip

TEMPO, 7 April 1990

?Pada masanya nanti, ketika tak ada lagi era orang kuat di Indonesia, calon presiden seharusnya berkampanye sebelum dipilih oleh MPR.? Kata-kata ini keluar dari bibir A. Dahlan Ranuwiharjo dalam sebuah seminar di Kampus Universitas Indonesia, awal April 1990.

Gagasan ini menggema, lalu bersahut-sahutan. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Golkar, Rachmat Witoelar, beranggapan boleh-boleh saja fraksi di MPR memperkenalkan calonnya sebelum sang calon dipilih lewat sidang umum. Tapi perihal boleh-tidaknya calon presiden mengkampanyekan programnya ke masyarakat tetap menjadi perdebatan. Keberatan pertama meluncur dari Presiden Soeharto, satu-satunya kandidat kuat presiden untuk kesekian kalinya di Indonesia.

Menurut Soeharto, presiden adalah mandataris MPR. Jadi, kalau seorang calon presiden berkampanye, itu berarti tidak melakukan keputusan MPR, tapi keputusannya sendiri.

Tapi, ketika presiden dipilih langsung seperti sekarang, ucapan Dahlan Ranuwiharjo menemukan tempat bersemainya. Bahkan Komisi Pemilihan Umum membuat jadwal dan aturan soal kampanye, lengkap dengan sanksinya segala macam. Jadilah kelima pasangan calon presiden- wakil presiden menghilir-mudiki Indonesia, meneriaklantangkan program-programnya. Termasuk jualan kecap lewat debat kandidat dan iklan di berbagai media massa. Semoga benar kata Dahlan Ranuwiharjo, era orang kuat sudah berlalu. Dan anak bangsa semakin cerdas, tak mau beli kucing dalam karung.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data