Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 09/XXXIII/26 April - 02 Mei 2004
   
Inovasi

Plastik Pengusir Dengkur

Kabar bahagia buat para pendengkur. Restore Medical, perusahaan Amerika Serikat, berhasil menciptakan alat pengusir dengkur instan. Alat ini berupa tiga potongan kulit imitasi yang, bila dijajarkan, wujudnya seperti tiga pilar. Ketiga "pilar" berbahan poliester inilah yang kemudian ditanamkan ke langit-langit mulut dengan sebuah operasi ringan. Begitu dipasang, poliester tak akan kelihatan karena segera menyatu dengan langit-langit.

Dengkur biasanya terjadi karena adanya getaran saat udara lewat di rongga mulut dan menabrak langit-langit di dekat tenggorokan. Getaran itulah yang menghasilkan bunyi mengganggu. Teknik ini sudah disetujui oleh FDA, badan penguji keamanan obat dan makanan di Amerika Serikat.

Keping DVD dari Kertas

Sony, perusahaan elektronik asal Jepang, kembali membuat gebrakan. Beberapa bulan lalu, mereka membuat cakram DVD dua lapis yang bisa menyimpan hingga 8,7 gigabyte data. Kini kapasitas itu mereka pacu tiga kali lipat: 25 gigabyte atau 5 kali lipat DVD normal—berkapasitas 4,7 gigabyte. Hebatnya, cakram digital ini tidak terbuat dari plastik, tapi dari kertas: lebih murah, ramah lingkungan, dan fleksibel, bisa untuk materi promosi atau untuk mencetak seluruh isi koran dengan cepat. "Dan kalau data hendak dihancurkan, cukup gunting saja cakramnya," kata Hideaki Kawai dari Toppan, perusahaan yang mengembangkan DVD kertas ini bersama Sony.

Meski berbahan kertas, kemampuan DVD ini dalam menyimpan data video tak kalah dari DVD biasa. "Anda mungkin tak pernah membayangkan video kualitas tinggi bisa disimpan di dalam kertas," kata Masanobu Yamamoto, Senior General Manager Sony untuk produk cakram digital.

Bersama raksasa elektronik lain seperti Matsushita Electric, Philips sudah mengembangkan DVD yang cara kerjanya menggunakan sinar biru, bukan sinar merah yang biasa dipakai untuk DVD konvensional. Teknologi sinar biru itulah yang dipakai Sony untuk membikin DVD dari kertas ini.

Pengebom tanpa Hati Nurani

Perang bakal makin kejam dan efisien. Dulu, untuk sasaran tertentu yang harus dibom, tetap diperlukan pilot yang mengendalikan pesawat pengebom. Tapi, dalam sebuah percobaan di Pangkalan Udara Edwards, Los Angeles, Amerika Serikat, sebuah pesawat X-45A berhasil lepas landas tanpa pilot, lalu secepat kilat menuju target dan menjatuhkan bom pintar seberat 113 kilogram ke truk sasaran.

"Ini lompatan besar," kata Rob Horton, manajer senior di Boeing yang menjadi kepala pengujian pengeboman itu. "Dari video, Anda bisa melihat bagaimana senjata jatuh, menghasilkan ledakan debu yang dahsyat, serta mengguncang badan truk."

Ketika bom dilepaskan, Horton duduk santai dari sebuah stasiun pemantau, 128 kilometer dari lokasi ledakan. Sambil menyeruput kopi, dia bisa menonton pesawat silumannya terbang di ketinggian 10.500 meter dengan kecepatan 711 kilometer per jam. Pesawat X-45A bisa mengebom tepat di jantung sasaran karena sudah dibekali koordinat sasaran serta global positioning systems (alat untuk mengetahui letak di bumi).

Boeing akan membikin ratusan pesawat X-45A senilai US$ 10 juta-US$ 15 juta (Rp 86 miliar-Rp 129 miliar) per pesawat.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data