Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 09/XXXIII/26 April - 02 Mei 2004
   
Arsip

TEMPO 5 Maret 1988

Untuk kelima kalinya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melakukan sidang umum di era Orde Baru. Dua agenda paling penting adalah merumuskan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan memilih pasangan presiden-wakil presiden. Untuk kandidat RI-1, dipastikan nama Jenderal (Purn.) Soeharto akan melenggang mulus diusung seluruh fraksi MPR.

Gelitik perhatian untuk RI-2 mencelat. Sebabnya, banyak yang menduga inilah periode jabatan terakhir kepemimpinan Soeharto. Bahkan, meskipun belum jelas benar, beredar kabar bahwa Soeharto tak akan memimpin penuh hingga akhir jabatannya. Maka, kursi RI-2 dipandang amat berkilauan dan strategis.

Uniknya, berbeda dengan sebelumnya, kali ini Soeharto memilih diam dan tak menyebut nama calon RI-2. Keruan suhu politik jadi panas-dingin dan spekulasi merebak. Menyeruaklah nama Sudharmono, Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Umum Golongan Karya (Golkar), yang disebut calon terkuat duduk di kursi RI-2.

Tahun 2004 ini rakyat memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Nama-nama bermunculan: Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Amien Rais serta Jenderal (Purn.) Wiranto.

Ternyata para calon presiden itu kelimpungan buat menggandeng calon pasangan. Kecuali Yudhoyono, yang sudah pasti merangkul Jusuf Kalla, yang lainnya masih lirik kiri-kanan. Suhu politik pun menghangat, kandidat RI-2 lagi-lagi jadi incaran strategis.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data