Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 08/XXXIII/19 - 25 April 2004
   
Olahraga

Pertarungan Para Pembunuh

INILAH saatnya empat pembunuh raksasa membuktikan kedigdayaannya. Setelah menumbangkan tim megabintang Real Madrid, Selasa pekan ini Monaco ditantang Chelsea, si pembunuh Arsenal di perempat final. Sehari kemudian, FC Porto bertemu dengan Deportivo La Coruna.

Kesebelasan Monaco memang bukan lawan sebanding bagi Chelsea dari segi kekayaan. Saat gaji pemain Monaco terlambat dibayar, Roman Abramovich malah membagikan bonus Rp 1,5 miliar bagi setiap pemain Chelsea karena mereka lolos ke babak semifinal Liga Champions ini. Namun si kaya mesti tetap hati-hati terhadap si miskin yang bermain di kandang sendiri. Apalagi otak permainan Monaco sangat mengenal Chelsea. Sang pelatih, Didier Deschamps, beberapa tahun lalu pernah menjadi kapten Chelsea. Pelatih fitness Antonio Pintas juga pernah bekerja sama dengan pelatih Chelsea, Claudio Ranieri.

Penyerang Monaco pinjaman dari Real Madrid, Fernando Morientes, juga sedang anget-angetnya. Tujuh gol yang dibuatnya selama hajatan ini menjadikannya pencetak gol terbanyak.

Pertarungan antara Deportivo La Coruna dan FC Porto di kandang Porto tak kalah serunya. Atmosfer Portugal menjelang hajatan sebagai tuan rumah Piala Eropa akan membakar semangat Porto. Sang tuan rumah juga amat percaya diri setelah sukses mengalahkan Olympique Lyonnais di perempat final dan raksasa Inggris, Manchester United, di babak sebelumnya. Porto berniat mengulang sukses 17 tahun lalu, memboyong Piala Champions ke markasnya.

Deportivo La Coruna, yang baru mengalahkan raksasa Italia, AC Milan, lebih merendah. Mauro Silva, pemain tengah asal Brasil, menyebut tiket semifinal sudah sangat bagus bagi Deportivo. "Keliru kalau kami merasa sebagai tim favorit," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, tim asuhan Javier Irureta itu selalu meraih trofi. Tim yang kini menempati peringkat ketiga di klasemen Liga Spanyol ini empat tahun lalu meraih gelar juara liga. Tahun berikutnya, Deportivo menjadi juara Copa del Rey. Dua tahun terakhir, Piala Super Spanyol terpajang di lemari trofi mereka.

Lalu siapa yang bakal lolos ke babak final? Menjawab pertanyaan ini jauh lebih susah ketimbang meramal hasil pertandingan perempat final lalu. Saat itu, semua pengamat bola sepakat Real Madrid, Arsenal, dan AC Milan bakal lolos. Ternyata semua ramalan itu salah besar.

Agung Rulianto


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data