Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 08/XXXIII/19 - 25 April 2004
   
Album

Boy Bolang, 56 tahun

Dunia tinju Indonesia kehilangan tokohnya yang sangat berjasa. Boy Bolang, petinju dan promotor yang flamboyan, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat, 16 April lalu. Ia masuk rumah sakit ini 10 April lalu setelah terkena stroke akut. Sejak masuk rumah sakit, dia tidak sadarkan diri hingga meninggal, meskipun tim dokter berjuang keras melakukan operasi. Boy meninggalkan lima orang anak—salah satunya masih ditunggu kedatangannya dari Amerika.

Tinju adalah napas sehari-hari Boy, yang lahir di Surabaya pada 12 Januari 1948. Ayahnya, Johanes Bolang, adalah salah satu pendiri Persatuan Tinju Amatir (Pertina). Kakaknya, Johny Bolang, juara tinju nasional yang kemudian melatih Boy. Pada 1968, Boy menjadi juara pertama Jakarta dalam kelas welter ringan, lalu juara kelas welter pada 1969. Berturut-turut dia menjadi juara pertama invitasi nasional kelas welter (1970), juara pertama Pekan Olahraga Mahasiswa di Palembang mewakili Universitas Indonesia (1971), pemegang medali emas PON VIII (1973), juara kelas menengah ringan (1973), juara nasional kelas menengah di Semarang (1974) dan di Surabaya (1975), serta mewakili Indonesia ke kejuaraan Asia di Yokohama pada 1975.

Setelah menggantung sarung tinju, Boy tak lantas pensiun. Dia pernah menggelar pertandingan pro Rudy Siregar, Sparling Pangaribuan, Jimmy Sinantan, Rudy Chaerudin, dan Jeff Malcolm pada 1979. Dia pula yang mempertemukan juara nasional Thomas Americo dan petinju AS Saoul Mamby pada 1981. Ingat Ellyas Pical? Boylah yang mengorbitkan petinju Ambon itu sampai menjadi juara dunia kelas bantam junior IBF pada 1985. Anugerah Pena Emas

Penghargaan
Ali Sadikin, 77 tahun

Tak ada yang melupakan Ali Sadikin. Kamis pekan lalu, mantan Gubernur Jakarta ini menerima Anugerah Pena Emas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta. Menurut Ketua Umum PWI Tarman Azzam, selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, 1966-1977, Bang Ali—demikian Ali Sadikin biasa disapa—berhasil mengubah Jakarta menjadi kota modern. ”Bang Ali juga bersahabat baik dengan wartawan,” kata Tarman.

Menerima langsung penghargaan itu, Bang Ali mengaku amat terharu. ”Seuzur ini, saya masih dihargai,” katanya. Salah satu kunci keberhasilannya sebagai gubernur, kata dia, adalah tidak membuat jarak dengan pers.

Pada saat yang sama, PWI memberikan penghargaan serupa untuk Eva Riyanti Hutapea dan Sory Ersa Siregar. Eva, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk., dianggap sebagai figur profesional yang nasionalistis, kerakyatan, dan selalu memandang Indonesia secara terintegrasi. Eva juga mampu berkomunikasi baik dengan pers. Sedangkan Ersa, wartawan RCTI yang meninggal dunia ditembak di Nanggroe Aceh Darussalam, figur jurnalis yang selalu setia pada komitmen profesi. ”Ini benar-benar jadi obat bagi anak-anak,” kata istri Ersa, Tuty Komala Bintang.



”Saya rasa, niat KPU sudah jelek. UUD 1945 saja tidak menyatakan persyaratan lihat atau tidak. Saya dalam beberapa minggu lagi bisa melihat. Bagaimana caranya? Ya, cuma saya yang tahu.”

—Abdurrahman Wahid, Kamis, 15 April, di Jakarta, mengomentari syarat harus ada pemeriksaan rohani dan jasmani bagi calon presiden dan wakil presiden.

”Hanya orang gila yang meminta pemilu dibatalkan.”

—Syafi’i Ma’arif, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Selasa, 13 April, di Jakarta, menanggapi desakan dari berbagai kalangan untuk membatalkan hasil pemilu karena ketidakprofesionalan Komisi Pemilihan Umum.



TEMPO DOELOE

19 April 1951
Jenderal Douglas MacArthur berbicara di depan Kongres Amerika. Saat inilah kata-katanya yang terkenal itu dia ucapkan: ”Old soldiers never die; they just fade away.”

20 April 1985
Wham!, grup musik Inggris dengan vokalis George Michael, melepas albumnya di Republik Rakyat Cina. Untuk pertama kalinya sebuah kelompok musik Barat menjual albumnya secara resmi di negeri komunis itu.

21 April 1984
Prancis menemukan virus yang diduga menjadi penyebab penyakit sindrom menurunnya kekebalan tubuh manusia alias AIDS.

22 April 1500
Pedro Alvares Cabral, pelaut Portugis, menemukan sebuah daratan di Amerika Latin yang kini kita kenal sebagai Negeri Brasil.

23 April 1985
Perusahaan Coca-Cola mengumumkan formula rasa baru untuk produk minuman mereka. Formula baru ini menggantikan formula lama yang sudah dipakai selama 99 tahun. Ternyata formula baru itu tidak laku sehingga mereka kembali ke formula lama.

24 April 1981
IBM, perusahaan komputer ternama Amerika, memperkenalkan produk komputer personal yang pertama di dunia.

25 April 1859
Penggalian Terusan Suez di Mesir dimulai.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data