Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXXIII/12 - 18 April 2004
   
Olahraga

Anak Kebayoran di Lintasan Shakir

MORENO Soeprapto, 21 tahun, terduduk lesu. Balapan Formula BMW Asia seri kedua baru setengah jalan, mobilnya harus didorong masuk pit. Anggota tim Minardi Asia ini memang ketiban sial. Setelah menggeber empat lap dan sempat memimpin, mesinnya tiba-tiba ngadat dan ia gagal menyelesaikan 10 putaran balapan. "Kenapa saya yang ketiban sial? Kalau enggak ada masalah mesin, seharusnya Indonesia Raya akan mengumandang di podium," ujarnya kepada TEMPO.

Pemuda yang tinggal di Kebayoran, Jakarta, ini tidak sesumbar. Minggu siang pekan lalu itu peluangnya majang di podium sangat besar. Saat berbalap, posisinya sempat melorot, tapi dengan meyakinkan ia berhasil menyodok lagi ke posisi pertama. "Sebelum tiba-tiba mobil saya ngederedet," ujar Reno, nama panggilannya. Apa boleh buat, podium pertama direbut pembalap tim Meritus, Marchy Lee.

Sebelumnya, saat kualifikasi kedua (dipakai untuk race kedua ini), Reno berhasil merebut posisi start terdepan. Dari 30 menit yang disediakan untuk 17 pembalap saat kualifikasi kedua itu, ia mencatat 2 menit 10,8 detik. Hanya berbeda 0,215 detik dari rekan setimnya, Tyson Sy, yang asal Filipina. Formula BMW terdiri dari dua seri balap dengan dua kualifikasi berbeda.

Dengan posisi start terdepan, Reno merasa sangat siap, meski baru mempersiapkan diri tiga minggu sebelum balapan di Shakir. Apalagi, pada kualifikasi pertama untuk race pertama Sabtu pekan kemarin, ia juga mencatat waktu dan posisi lumayan. Dia start di posisi kelima dan finish di posisi keempat.

"Bagus untuk ukuran dia, yang sudah tiga tahunan enggak ikut balap Formula. Terakhir dia ikut Formula Renault di Italia, 2001," kata ayahnya, Tinton Soeprapto, yang mendampingi Reno di Shakir bersama Ananda Mikola, kakaknya.

Bahkan manajer tim Minardi Asia, Piers Hunnisett, sebelumnya sama sekali tak menjagokan Reno. Ketika ia mendapat pole position pada race kedua, semuanya dianggap aset tim. Banyak kalangan menyebut Reno berpeluang besar untuk menang. "Gaya balapnya cukup kalem dan punya strategi untuk balas menyalip kalau ketinggalan," kata sang ayah.

Anak muda kelahiran Jakarta ini memulai karier balapnya sejak usia 12 tahun dengan mengikuti balap gokart. Ia sempat jadi juara di beberapa balapan, di antaranya juara nasional Touring Car 1997. Dia juga sempat ikut serta dalam Formula Asia 2000.

Dan tahun ini, untuk balapan Formula BMW, ia terbilang "telat mendaftar" sebagai pembalap tim Minardi Asia. Para rekan setimnya dari Filipina, Dado Pena dan Tyson Sy, yang sudah bergabung lebih awal, Februari lalu, kontraknya baru ditandatangani tiga minggu sebelum balapan pertama di Shakir itu. Keterlambatan ini di antaranya karena awal Maret ayah Reno baru mendapat kepastian dari sponsor Telkomsel dan Oli Top 1, yang membantu sekitar US$ 150 ribu untuk seluruh seri balapan.

Melihat catatan waktunya saat balapan di Shakir kemarin, Reno berpeluang besar naik podium di balapan berikutnya di Sepang, Malaysia, awal Mei ini. Kini, di sela kuliahnya di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Jakarta, ia serius mempersiapkan diri.

Tinton, yang saat balapan di Shakir kemarin terlihat kecewa berat, berusaha menghibur diri. "Memang susah juara di Formula. Yah, minimal Moreno sudah ikut balapan di trek yang sama, hari dan penonton yang juga sama dengan balapan Formula Satu," ujarnya, getir.

Endah W.S. (Shakir)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data