Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXXIII/12 - 18 April 2004
   
Daftar berita Iqra
Seorang Guru Bernama Jostein Gaarder
Jika semua guru di dunia bernama Jostein Gaarder, murid- murid sekolah di dunia akan menikmati pendidikan bak sebuah ceritera yang mengasyikkan. Jika semua guru sejarah, ilmu pengetahuan, sains, teologi, dan filsafat memahami bagaimana mengisahkan ilmu yang tampak begitu kompleks dan menjemukan menjadi sebuah buku cantik yang asyik dibaca berulang-ulang, persoalan pendidikan selesai sudah. Melalui novel Sophie's World, yang meledak berjuta-juta eksemplar dan diterjemahkan ke dalam 40 bahasa, Jostein Gaarder bukan hanya memperkenalkan sejarah filsafat sejak awal perkembangannya hingga abad ke-20 secara sederhana, tetapi juga menggunakan sebuah teknik yang cerdas. Seperti juga dalam novel The Solitaire Mystery, The Christmas Mystery, dan Through a Glass, Darkly, The Ringmaster's Daughter, Gaarder menanamkan misteri yang membuat seluruh pembacanya bersedekap dengan bukunya hingga halaman terakhir. Beberapa novelnya yang tidak dikategorikan untuk anak-anak adalah Maya, Vita Brevis. Diwawancarai oleh wartawan TEMPO Bambang Harymurti di Oslo, Norwegia, novelis ini sebelumnya bekerja sebagai guru dan kini ia mengabdikan seluruh hidupnya untuk menulis dan menjadi "guru" bagi semua muridnya di dunia. 
Jostein Gaarder: "Saya Ingin Mengajar di Seluruh Dunia"
 
Dan Sang Guru Berkata...
Novel filsafat Sophie's World menjadi sebuah jendela bagi dunia untuk melihat dunia imajinasi dan edukasi milik Jostein Gaarder. Karya-karyanya yang lain, meski juga berbumbu edukasi dan pedagogi, ternyata jauh lebih imajinatif dan mengocok keinginan pembaca untuk terbang bersama Gaarder ke dunia fantasi yang tak terbatas. Inilah sebagian karyanya yang layak dibaca. 
Saat Malaikat Berdiri di Jendela
Novel ini bergulat dengan pertanyaan mendasar tentang kematian. Kali ini adegan tanya-jawab terjadi antara malaikat dan seorang anak yang siap terbang ke surga.  

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data