|
Bayangkanlah ketika Anda sedang bersicepat dalam arena balap mobil virtual di komputer. Saking ngebut-nya mobil Anda, tiba-tiba tercium bau bensin atau aroma mesin yang panas dari layar komputer. Wah, sensasi yang menyenangkan.
Sensasi bau itu bukan khayalan. Yasuki Yanagi bersama rekannya di Advanced Telecommunications Research Institute, Kyoto, Jepang, telah mengembangkan alat yang fungsinya menyemprotkan aroma ke hidung orang yang senang menjelajahi dunia maya.
Komponen utama meriam bau ini berupa ruang kecil dengan moncong halus di satu sisi dan diafragma fleksibel di sisi lain. Juga wadah dan pompa yang akan mengantarkan berjenis-jenis aroma bebauan. Ketika joystick meriam ditembakkan, koil mendorong diafragma untuk memompa udara, mendorong aroma yang sesuai ke arah yang ditentukan.
Peralatan tambahan berupa kamera mini di atas pemakai akan mengikuti arah pandangan si pemakai. Program di komputer akan menganalisis citra video dan mengontrol motor yang terhubung dengan joystick yang tengah dipakai. Tembakan yang keluar begitu halus. "Semprotan ini cuma tercium paling jauh setengah meter dari moncong tembakan," kata Yanagi. Jadi, dalam satu ruangan, aneka bau yang keluar dari beberapa komputer tidak akan campur-aduk tak keruan.
Pengaman Demokrasi
Penghitungan suara pemilu sungguh tahap yang krusial. Kerja keras yang telah dibangun sebelumnya bisa hancur gara-gara penghitungan yang kacau. Untuk itulah organisasi Open Voting Consortium (OVC)—dengan sukarelawan tersebar dari Amerika sampai Eropa—menggagas perbaikan sistem penghitungan suara. Pekan lalu, uji coba sistem yang baru ini dilakukan di San Jose, California, AS.
Arthur Keller, ahli komputer dari Universitas California Santa Cruz, menjelaskan kerja sistem baru itu. Pertama, Fulan sebagai pemilih mengisi pilihan yang tersedia di layar komputer dengan sistem one touch screen.
Kemudian, komputer yang mendata hasil pilihan Fulan otomatis dihubungkan dengan mesin cetak. Selain untuk memudahkan pengecekan, pencetakan ini bertujuan mengamankan data jika terjadi kemacetan sistem (down) atau pengacakan komputer oleh hacker. Demi mencegah pemilihan berulang, Fulan juga diminta melalui sejumlah detektor, antara lain perekam suara.
Inti dari sistem ini, Arthur Keller menambahkan, OVC menggunakan peranti lunak terbuka yang disebut VHTi untuk menghitung suara. "Software terbuka ini memungkinkan masyarakat luas mengecek dan meminimalkan terjadinya kekeliruan," katanya.
Lagi pula VHTi bisa dihubungkan dengan komputer personal yang biasa-biasa saja, sehingga pengadaan komputer tidak akan menelan ongkos mahal.
Hidung Elektronik
Menghirup aroma wangi bunga atau masakan yang sedap tentu bukan masalah. Akan jadi soal bila kita terpaksa mencium bebauan yang mengandung racun. Hidung telanjang secara normal tak bisa membedakan adanya racun saat menjalankan tugas penciuman. Tahu-tahu, sang bau beracun sudah memasuki hidung.
Kali ini, dua peneliti dari Universitas Alberta, Inggris, Dr. Mrinal Mandal dan Rafael Castro, menawarkan solusi melalui temuan terbaru mereka: hidung elektronik. Alat ini bisa membedakan 10 jenis bebauan: aroma buah, kopi, gas, bumbu, dan berbagai jenis aroma lain.
Mandal, profesor di jurusan listrik dan rekayasa komputer, bekerja bersama Castro, mahasiswa program master bimbingan Mandal. Keduanya mengembangkan sebuah alat pengenal bau-bauan yang dihubungkan dengan komputer personal. Sistem kerja hidung multimedia ini amat rumit. Tidak seperti citra visual atau sinyal audio, bau membutuhkan pergerakan molekul yang lebih rumit untuk bisa diindra dan dibedakan. Untuk membedakan bau dari 10 macam benda, Castro harus menciptakan tak kurang dari 1.000 sinyal pembau aroma.
Sejauh ini, hidung elektronik ciptaan keduanya dipakai untuk keperluan industri, antara lain mendeteksi gas beracun sianida atau racun ikan buntal.
|