Sebuah Titik di Lereng Merapi |
Sunyi, hari masih pagi. Empat puluh anak bergerombol di ujung jalan Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sepi di lereng Merapi itu yang lantas pecah setelah kedatangan Romo V. Kardjito, sosok yang memimpin Jalan Salib, ritual yang dilakukan umat Katolik, bagian dari perayaan Paskah. Suara para bocah terdengar sahut-menyahut: "Selamat pagi, Romo."
Kini mereka menyusur jalan setapak menuju Sungai Lamat. Jalan ke sungai menyempit, satu-dua anak tampak terpeleset, tapi mulut mereka terus mengucapkan Salam Maria. Anak-anak yang lincah, gembira, dan spontan: lebih menyerupai orang bermain daripada beribadah. Di tempat yang lebih datar dan lapang, segelintir keluar dari iring-iringan, berlari mendahului yang lain dan bergabung kembali dalam rombongan.
Perjalanan ritual itu cukup panjang. Tapi anak-anak selalu ambil bagian dalam tiap-tiap perayaan liturgi. Jalan Salib pagi itu diakhiri dengan doa penutup di tepi Sungai Lamat, tempat anak-anak itu merasakan dingin air pegunungan dan lembut butiran pasir. Liturgi di alam terbuka, dan misa Paskah yang dihadiri umat dewasa dan anak-anak, diawali prosesi dari sungai. Anak-anak menampilkan pertunjukan singkat si jahat lawan si baik. Paskah di sebuah titik di lereng Merapi, tahun lalu.
Foto dan teks: Swanti
|