Imam B. Prasodjo Penyambung Lidah Rakyat |
Sepekan menjelang pemilihan umum, Imam B. Prasodjo, 44 tahun, direpotkan oleh tuntutan sejumlah warga Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, yang belum memperoleh kartu pemilih. Yang resah mulai dari mantan duta besar, aktivis lembaga swadaya masyarakat, sampai pembantu rumah tangga. "Mereka mencak-mencak dan meminta saya membantu mendapatkan kartu pemilih," kata Imam kepada Ali Anwar dari TEMPO, Rabu pekan lalu.
Awalnya, sosiolog Universitas Indonesia itu ikut kebingungan, karena dirinya bukan orang yang berhubungan langsung dengan teknis pemilu. "Warga tahunya saya punya banyak kolega," katanya. Maka Imam pun wira-wiri dan menelepon koleganya di KPU. Anggota KPU Valina Singka Subekti, yang melihat sahabatnya pontang-panting, ikut mencari solusi. Hasilnya? Sebelum hari pencoblosan, kartu pemilih bisa diambil di RT setempat. "Ini toh yang namanya penyambung lidah rakyat," ujarnya terkekeh.
|