Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/XXXIII/05 - 11 April 2004
   
Olahraga

Rossi dalam Ancaman Honda

Valentino Rossi nangkring di atas kap mesin mobil BMW Z4 paling gres sambil mengangkat kedua tangannya. Mobil seharga Rp 550 juta itu dibawanya pulang sebagai hadiah kemenangannya dalam babak kualifikasi resmi MotoGP di Catalunya, Spanyol, pekan lalu. Kemenangannya kali ini bersama tim Giauloises Fortuna Yamaha persis seperti tahun lalu bersama tim Nastro Honda.

Sukses merebut mobil mewah itu hanyalah simbol bagi pembalap asal Italia ini. Baginya, kemenangan terbesar adalah menunjukkan kepada bekas timnya, Honda, untuk bersiap-siap kehilangan gelar juara tahun ini. Ia juga ingin membuktikan bahwa bukan Honda yang membuatnya merebut gelar juara. Keberhasilan Honda meraih gelar juara dunia tiga kali berturut-turut itu lebih karena andilnya.

"Meski bersama Yamaha, kita tetap bisa nomor satu," kata Rossi. Kualifikasi resmi itu menjadi pemanasan sebelum seri pertama, yang bakal digelar di Sirkuit Welkom, Afrika Selatan, dua pekan mendatang. Bersama motor terbarunya, Yamaha YZR-M1, Rossi mencapai waktu tercepat mengalahkan empat pembalap Honda tepat di belakangnya.

Sukses Rossi ini mengejutkan. Saat tes mesin di Sirkuit Philip Island di Australia dan Sepang di Malaysia, ia sempat kecewa dengan motor barunya yang kurang bertenaga. Dia menyebut bahwa rem dan berat motor juga masih mengganggu. Sang dokter—begitu julukannya—terus-menerus memberi masukan agar tim mekanik bekerja keras memberinya tumpangan yang terbaik. Rossi sempat putus asa dan mengaku tahun ini mungkin akan kehilangan gelar juara dan hanya untuk penyesuaian baginya dengan tim mekanik baru.

Dalam waktu yang mepet, pimpinan tim mekanik, Masao Furusawa, berhasil memenuhi permintaan sang dokter. Dan terbukti, Yamaha, yang selama 12 tahun tidak pernah mengecap gelar juara, kini menunjukkan kehebatannya. "Dia (Rossi) telah bertindak sebagai dokter dan saya pasiennya," kata Furusawa.

Kemenangan di Catalunya memang tidak langsung menjadi ukuran kemenangan Rossi di kejuaraan dunia tahun ini. Ancaman terbesar datang dari Honda, bekas timnya. Mereka akan turun dalam tiga tim yang masing-masing terdiri dari dua pembalap. Terang-terangan Honda mengaku akan memberi perintah kepada enam pembalapnya agar menghentikan langkah Rossi merebut gelar jawara bersama Yamaha. "Kesalahan terbesar Rossi adalah pindah dari Honda," kata Carlo Fiorani, pimpinan Honda Racing.

Agung Rulianto (berbagai sumber)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data