Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/XXXIII/05 - 11 April 2004
   
Inovasi

Banyak Bicara, Sedikit Kerja

Maaf, kali ini yang berlaku adalah pepatah banyak bicara, sedikit kerja. Opera Software, perusahaan pengembang perangkat lunak Opera, berhasil membuat penjelajah Internet (web browser) yang mampu bekerja dengan perintah suara. "Bukakan halaman CNN." Begitu perintah pengguna diucapkan, dalam sekejap Opera akan membuka halaman situs www.cnn.com. Ingin memesan pizza lewat Internet? Cukup bisikkan, "Pesankan pizza." Dalam sekejap, akan muncul formulir pesanan pizza yang akan dikirim ke situs restoran pizza pilihan Anda.

Semua itu bisa dilakukan karena browser Opera telah dilengkapi alat pengenal suara ViaVoice ciptaan IBM. Memang, browser ini masih dalam pengembangan. Saat uji coba, misalnya, si Opera sempat sok tahu dengan sekaligus memesan delapan pizza, padahal hanya diminta satu pizza. Tapi, jika kelak browser versi baru ini sudah dipasarkan, kesalahan seperti itu diharapkan tak ada lagi.

Nah, jika Anda bosan mengetik-ngetik untuk membuka alamat situs di Internet, Opera adalah pilihan menarik. Mesin ini bahkan bisa ramah begitu Anda membukanya. "Hallo, saya Opera. Ada yang bisa saya bantu?" n

TV atau Cermin Hias?

Ada-ada saja cara pabrikan untuk membikin menarik dagangannya. Philips, produsen elektronik asal Belanda, membuat pesawat MiraVision, TV layar lebar ukuran 22 inci yang sekaligus berfungsi sebagai cermin. Bentuk TV ini tipis, seperti TV plasma yang sudah beredar. Karena tipis, ia bisa digantung di dinding layaknya lukisan. Nah, bedanya, TV model baru ini, saat dimatikan, layarnya akan berfungsi sebagai cermin hias. Jadi, pemiliknya bisa berkaca sebelum berangkat ke pesta, lalu saat pulang pesta dan akan tidur, "cermin" tersebut dihidupkan untuk dinikmati sebagai TV. Ingin becermin sekaligus menonton TV? Ganti ke mode "TV-Cermin", siaran TV akan terlihat mungil di sudut cermin itu, sementara cermin masih bisa dipakai. Entahlah apakah alat ini bakal laku karena harganya "mengerikan": Rp 35 juta.

Komputer Genggam untuk Si Miskin

Inilah enaknya bila pemerintah memperhatikan nasib si miskin. Bharat Electronic, perusahaan komputer milik pemerintah India, mengembangkan Simputer, komputer genggam (PDA, personal digital assistant) murah yang akan dijual seharga US$ 220 (sekitar Rp 1,8 juta). Pasar yang mereka bidik adalah kaum menengah ke bawah India, yang selama ini hanya bisa membeli komputer meja dengan harga paling murah Rp 3,8 juta.

Meski murah, komputer mini ini lumayan canggih. Dilengkapi prosesor 206 Mhz, memory 64 mega, layar monokrom yang bisa digunakan untuk menulis (touch screen), memory eksternal, microphone, dan… bisa untuk mengakses Internet. Dengan konfigurasi seperti itu, alat sejenis biasanya berharga Rp 4 juta ke atas.

Simputer memang proyek "idealistis". Alat ini sengaja dibuat murah agar orang-orang miskin India bisa melek komputer dan melek Internet. Di negeri tempat harga komputer masih tinggi dan akses Internet sangat mahal seperti di Indonesia, langkah pemerintah India itu memang pantas membuat kita iri.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data