Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/XXXIII/05 - 11 April 2004
   
Arsip

TEMPO, 2 MEI 1987

Pukul 14.00 tepat kotak suara dikumpulkan. Wajah penuh ingin tahu segera berkerumun di tempat pemungutan suara VIII itu. Dengan gaya reporter pertandingan olahraga, pelapor penghitungan mengumumkan hasil pilihan warga. Akhirnya, tiba surat yang terakhir. ”Ya, kartu akan dibuka. Perhatikan baik-baik. Ya... belum. Sedang dibuka.... Sabar. Siapa yang akan dapat.... Kita lihat. Ternyata. PDI.” Keplok bergema. Hasil penghitungan di TPS dekat Masjid Assa’adah, tempat ibadah yang pada 1985 meletuskan peristiwa Tanjung Priok itu, di luar dugaan. PDI mengalahkan PPP yang jadi juara di daerah itu dalam pemilu sebelumnya.

Di luar dugaan. Itulah yang bakal kita temui dalam pemilu ini. Siapa yang tahu PDI Perjuangan akan dapat berapa suara? Dan apakah Megawati Soekarnoputri bakal tetap menjadi presiden? Amien Rais apakah masih populer? Bagaimana pula nasib Abdurrahman Wahid dan partainya? Apakah pemilu baru itu bisa mengubah wajah Indonesia menjadi lebih baik, bebas dari korupsi, dan kesempatan kerja meningkat—seperti yang dilontarkan para juru kampanye dengan penuh gegap-gempita?

Soal kecele itu, sepertinya, tiap pemilu selalu berulang. Pemilu 1987 itu juga menjanjikan banyak perubahan. Nyatanya, setelah wakil rakyat terpilih, Soeharto kembali duduk di kursi kepresidenannya yang empuk.

Kini, pemilu baru tiba. Ada harapan baru. Masyarakat perlu bersiap dengan kejutan baru yang belum tentu mereka sukai.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data