Adu Virus Penyebar Kiamat Pembuat virus bertempur, pemilik komputer kena getahnya. Inilah era baru perang virus. |
Dua dekade sudah cukup untuk mengubah sebuah mainan menjadi mesin pembunuh. Pada awal 1982, di sebuah SMP yang jauh dari keramaian di Pittsburgh, Amerika Serikat, Rich Skrenta bersorak bangga saat berhasil membuat program komputer sederhana. ElkCloner, nama program mungil itu, ia tanam di komputer Apple II Macintosh di sekolahnya. Sejak itu, setiap ada temannya yang mencoba bermain games, komputer akan mati. Dan dari kejauhan, Skrenta akan menyeringai puas menyaksikan teman-temannya panik. "Sejak itu, tak ada lagi teman sekelas yang menyerobot komputer saya," kata pria yang sekarang menjadi presiden direktur perusahaan penyedia mesin pencari di Internet, Topix.net, itu.
Itulah awal mula lahirnya jabang virus komputer. Kini, 20 tahun kemudian, si jabang bayi itu tak bisa lagi dianggap mainan. Ukurannya memang masih mungil, hanya sekitar 30-60 kilobytes, tapi kemampuan merusaknya sungguh dahsyat. Ia tak hanya mengganggu anak-anak sekolah yang ingin bermain games, tapi bahkan memacetkan jutaan komputer dan jaringan Internet sejagat, melumpuhkan gerai-gerai automated teller machine (ATM), bahkan menjebol server pertahanan negara.
Bahkan generasi baru virus yang tumbuh awal tahun ini bisa berkelit dari hadangan peranti lunak (software) antivirus. "Tahun ini yang terparah," kata Alfons Tanudjaya, bos Vaksin.com. Setiap hari, lahir 3-4 virus dengan daya tular dan kemampuan merusak yang tak terbayangkan sebelumnya. Saking hebatnya ledakan virus itu, hari-hari belakangan ini 15 anggota pasukan pengusir virus Alfons sampai tak pernah ada di kantor. Mereka harus berkeliling ke klien-klien Vaksin.com untuk membersihkan virus. "Benar-benar melelahkan. Tahun lalu, dengan lahirnya tiga virus baru per bulan saja sudah sangat sibuk. Sekarang malah ada 3-4 virus baru per hari," tuturnya.
Ken Dunham, Direktur Riset iDefense, sama repotnya seperti Alfons. Bak badai, sejak Januari 2004 lalu tiga jenis virus menghujani komputer-komputer yang terhubung dengan Internet. Setidaknya ada tiga jenis virus pintar yang menyerbu dari Januari hingga Maret 2004 ini. Inilah virus MyDoom, yang muncul Januari dan Februari, disusul Netsky dan Bagle. "Mirip tsunami, serangan beragam virus datang dalam sekali hantaman."
Mirip namanya yang berarti "kiamat", MyDoom memang mengerikan. Ia mampu menembus peranti lunak antivirus di mail sever dan komputer-komputer pengguna. Selama ini, para pengelola mail server selalu menghadang surat elektronik (E-mail) yang memiliki lampiran (attachment) berbahaya, seperti .exe, .com, .bat, .pif, .scr, .vbs. Toh pembuat MyDoom tak kehilangan akal. Ia merancang virus ini dalam bentuk surat elektronik berlampiran file terkompresi dalam bentuk .zip. Cerdik, karena dengan cara ini software penghadang bakal terkecoh dan virus pun melenting ke komputer saat file .zip itu diklik.
Begitu aktif, MyDoom ini akan beranak-pinak dan menyebar ke komputer lain lewat surat elektronik. Dia mampu mengumpulkan alamat E-mail, lalu mengirimkan ribuan E-mail bervirus. Sang virus bisa menyaru dengan menggunakan E-mail siapa saja. Surat elektronik itu bisa saja seolah-olah dikirimkan oleh si Banu atau si Beddu, meski komputer mereka tak bervirus. Bila surat ini ditangkap oleh peranti lunak antivirus di mail server, mail server ini akan mengirim pemberitahuan bahwa seolah-olah komputer si Banu atau si Beddu bervirus. Aktivitas MyDoom itulah yang bisa membuat koneksi Internet menjadi seret karena server sibuk mengirim pemberitahuan soal E-mail bervirus, dan virusnya sendiri tak berhenti membombardir server.
Kerusakan makin parah karena MyDoom, dengan memanfaatkan jutaan komputer yang terinfeksi, menyerang server milik Sco di www.sco.com. Mereka membanjiri server itu dengan perintah tertentu sampai akhirnya server Sco, tepat 1 Februari 2004, kolaps dan harus pindah ke www.thescogroup.com. Pembuat MyDoom memang sedang sebal pada Sco, yang menggugat hak cipta penggunaan Linux.
"Virus itu memang kurang ajar," kata Munawar, Ketua Jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Indonusa Esa Unggul, di Jakarta. Beberapa waktu lalu jaringan komputernya macet gara-gara virus tersebut. Koneksi Internet kampus itu terpaksa diblokir oleh CBN, penyedia jasa Internet, karena CBN tak mau tertular. "Rasanya seperti kiamat," kata Munawar, yang harus tunggang-langgang membersihkan semua virus selama dua hari agar bisa online.
Kecolongan oleh MyDoom, perusahaan pengembang antivirus segera melapisi tembok pengaman mereka. Dirancanglah sistem yang bisa menyaring surat elektronik berlampiran .zip. Tapi, baru beberapa hari peranti lunak antivirus ini dibuat, badai virus lain muncul. Kali ini yang menyerang adalah virus Bagle dan Netsky. Berbeda dengan MyDoom, Bagle dan Netsky mampu menembus software antivirus yang dirancang bisa memblokir E-mail berlampiran .zip.
Salah satu variannya, yaitu Bagle O, bahkan memproteksi lampiran bervirusnya dengan password. Tentu saja software penghadang kebingungan dan membiarkan surat elektronik bervirus itu lolos. Nah, ketika pemilik komputer melihat E-mail itu—mungkin karena mengira berisi informasi penting—lalu mencoba membuka password file .zip tersebut, saat itulah virus menyebar.
Kecerdikan inilah yang membuat pasukan riset virus dari perusahaan ternama seperti McAfee, Symantec, Norman, dan Sophos geleng-geleng kepala. Mereka akhirnya mengembangkan antivirus baru yang bisa membaca password di badan E-mail. Tujuannya, agar bisa membongkar E-mail bervirus. Cuma, lagi-lagi pembuat virus tak pernah kehabisan akal. Password itu mereka buat dalam bentuk gambar sehingga antivirus pun lagi-lagi bingung. Ini yang membuat para pembuat antivirus nyaris frustrasi. "Sungguh serangan yang tak pernah dibayangkan," kata Vincent Gullotto, Direktur Riset Virus McAfee, sambil garuk-garuk kepala.
Yang menarik, pembuat virus pun ternyata saling membunuh demi berebut popularitas. Serangan Bagle, misalnya, segera dipatahkan oleh virus Netsky. Merasa tertantang, perancang Bagle segera membuat varian baru, Bagle E, F, C, dan D, untuk mengalahkan Netsky. Tentu saja pembuat Netsky tak tinggal diam. Lahirlah berbagai varian Netsky baru yang lebih tangguh. Pertarungan ini memang ibarat gajah berperang, pengguna komputer terjepit virus di tengahnya.
Pertarungan itu terus berlangsung sehingga generasi virus sekarang makin lama makin tangguh. Sekarang, misalnya, telah lahir varian Netsky yang bisa menularkan virus dalam E-mail yang tidak berisi lampiran. Artinya, begitu E-mail racun itu masuk dan dibaca pengguna komputer, saat itulah Netsky menyebar. "Anjuran ampuh mencegah virus dengan tidak mengklik lampiran E-mail sama sekali tidak berguna sekarang," kata analis produsen antivirus Sophos, Chris Belthoff.
Setiap serangan virus sejatinya adalah ejekan buat para pengembang software. Kali ini pembuat virus itu mengolok-olok Microsoft, yang telah memberi lubang pada Internet Explorer dan peranti lunak pembaca E-mail, Outlook. Perisai (patch) terbaru sebenarnya sudah disediakan oleh Microsoft. Tapi, seperti dituturkan Budi Raharjo, pakar keamanan komputer dari Institut Teknologi Bandung, banyak orang lalai memperbaruinya.
"Itulah akibat tak rajin meng-update software Microsoft dan antivirusnya," kata Budi kepada Bobby Gunawan dari Tempo News Room. Jadi, berapa pun banyaknya antivirus yang dipasang, tetap saja mudah dibobol.
Burhan Sholihin
|