Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXXIII/29 Maret - 04 April 2004
   
Film

Terbang Melesat Bersama Peter Pan

P.J. Hogan meniupkan roh ke dalam novel klasik J.M. Barrie yang sudah tertera di setiap hati anak-anak di dunia.

Peter Pan
Sutradara: P.J. Hogan
Skenario: P.J. Hogan, Michael Goldenberg
Pemain: Jason Isaacs, Jeremy Sumpter, Rachel Hurd-Wood, Ludivine Sagnier

Dari balik jendela, di antara setumpuk awan yang tampak seperti bola-bola kapas, Peter Pan mengintip seorang pendongeng jelita bertutur: "Dan akhirnya, Cinderella hidup berbahagia bersama sang Pangeran...."

Peter terkesiap. Menyaksikan bibir Wendy, gadis pendongeng yang sudah menanjak remaja itu. Disaksikannya dia dalam tidurnya. Diajaknya dia, bersama kedua adiknya, bertualang ke negeri Neverland, tempat tak ada anak yang pernah tumbuh menjadi tua. "All children, except one, grow up (semua anak akan tumbuh, kecuali satu orang)," demikian tutur J.M. Barrie dalam novelnya yang legendaris berjudul Peter Pan (1911).

Peter Pan memang tak pernah tumbuh menjadi tua. Dia adalah seorang anak lelaki yang menjadi sebuah perkecualian alam karena dia bisa terus-menerus menjadi anak karena sebuah pilihan. "Apakah aku akan menjadi seorang lelaki? Dan tumbuh janggut? Dan harus bekerja di kantoran?" tanya Peter ketika Wendy, sang pujaan hati, menawarkan "ikut" ke dunianya dan mengejar cinta (monyet) yang sudah saling mereka kukuhkan di dunia dongeng Neverland. Wendy mengangguk pedih, sekaligus paham. Dia tak akan bisa hidup bersama Peter, betapapun hebatnya petualangan Wendy bersama kedua adik lelakinya ke Neverland, tempat pertemuan mereka dengan The Lost Boys, perkelahian melawan Kapten Hook, dan perseteruan dengan bidadari Tinkerbell, yang cemburu melihat kemesraan Peter Pan dan Wendy.

Bersetia pada cerita klasik Barrie, P.J. Hogan mengajak penonton terbang memasuki dunia dongeng abadi yang penuh warna dan gerak. Itu dimulai dengan kisah Wendy Darling, putri sulung keluarga Darling yang jelita—tapi secara instingtif enggan menjadi remaja—diajak terbang ke luar jendela bersama kedua adik lelakinya, mengintip kegiatan Kapten Hook (diperankan dengan baik oleh Jason Isaacs, yang sekaligus memerankan Tuan Darling, ayah Wendy) di atas awan-awan bak bola kapas, menuju Neverland untuk bertemu dengan The Lost Boys dan peri pencemburu Tinkerbell (Ludivine Sagnier).

Tiga belas tahun silam, Steven Spielberg membuat sebuah "interpretasi" dan mengandaikan Peter Pan tumbuh menjadi dewasa dalam film Hook. Peter Pan alias Peter Banning yang sudah berkeluarga diperankan oleh Robin Williams, Kapten Hook diperankan dengan lezat oleh Dustin Hoffman, dan Tinkerbell dimainkan oleh Julia Roberts. Film ini selamat karena nama-nama besar dan dominasi sosok Hook oleh Hoffman yang luar biasa.

Film karya Hogan menjadi jauh lebih menarik dan hidup bukan hanya karena bersetia pada plot novel Barrie, bukan hanya karena dia cerdik menggunakan kompugrafik untuk kehidupan dongeng itu—bergulingan di atas awan, terbang melesat bersama Peter Pan, cahaya peri yang bermunculan bak kunang-kunang di tengah hutan—tapi juga karena Hogan berhasil menggali gejolak emosi Peter Pan. Dia di tengah dilema. Dia nyata tertarik kepada Wendy. Tapi Peter sadar, jika dia menyuburkan perasaan itu, artinya dia harus tumbuh menjadi dewasa. Dan dia selalu ingin tetap menjadi anak-anak.

Kapten Hook mengetahui dilema itu dan mempermainkan emosi Peter. Pertarungan musuh abadi itu hampir saja berakhir dengan kekalahan Peter hanya karena Hook berhasil membuat Peter berduka dengan bayangan Wendy yang suatu hari akan menikah dengan lelaki lain.

Tapi cinta tetap menang. Wendy mencium bibir Peter, dan Peter langsung melesat kembali ke awan, bertarung melawan Hook.

Hogan menutup film tepat pada sebuah titik yang tepat. Mereka semua kembali ke London untuk bertemu dengan Mama dan Papa Darling, termasuk anggota The Lost Boys. Mereka semua, kecuali Peter Pan, memilih untuk tumbuh menjadi dewasa, di dunia biasa.

Hogan sengaja tidak ingin melanjutkan kisah dengan bab berikut novelnya yakni Wendy akhirnya menikah, punya putri bernama Jane, yang kemudian menjadi teman bermain Peter Pan, dan Jane menikah, punya seorang putri yang kemudian menjadi teman bermain Peter Pan, dan seterusnya..., dan seterusnya....

Leila S. Chudori


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data