|
Malu punya kebiasaan mendengkur? Ini ada kabar baik. Ilmuwan asal Swedia telah berhasil menciptakan kasur khusus yang dijamin bakal menghentikan dengkur Anda. Kasur ini dihubungkan dengan sebuah komputer yang memonitor detak jantung, ritme napas, gerakan, dan suara orang yang tertidur. Saat orang mulai mendengkur, komputer perlahan-lahan menyesuaikan ujung atas kasur, menaikkan kepala si pendengkur. Jika dengkuran berhenti, komputer akan mengembalikan kasur ke posisi normal.
Penelitian dan pembuatan kasur ini ini didanai Hilding Anders AB, perusahaan mebel asal Helsingborg, Swedia.
Carina Blomberg, peneliti kebiasaan orang selama tidur, menjelaskan bahwa dengkuran terjadi saat lidah orang yang tertidur jatuh ke bagian belakang, ke arah tenggorokan. Dengkuran bisa dihentikan dengan menaikkan kepala orang itu. "Kasur ini revolusi bagi kaum pendengkur," ujar Blomberg
Pemandu untuk Tunanetra
Berhenti sejenak di sebuah persimpangan, pria tuna-netra itu mengeluarkan komputer mini seukuran buku saku. Jemarinya meraba-raba keyboard, lalu terdengar suara nyaring, "Jalan A, Blok B." Pria itu kembali memencet tuts, memasukkan data lokasi yang ia tuju. Mesin itu lagi-lagi berbunyi, "Belok kiri, jalan terus. Tinggal 500 meter."
Inilah satu dari sekian kemampuan VoiceNote GPS, mesin pemandu bagi kaum tunanetra. Dijual seharga US$ 2.000, alat buatan Pulse Data Human Ware, perusahaan asal Selandia Baru ini, menggabungkan teknologi komputer, penghasil suara digital, dan perlengkapan global positioning system (GPS). Dengan mesin ini, kaum tunanetra tak perlu takut tersesat. Alat ini bisa memberi tahu dengan tepat suatu lokasi, kemudian menuntun orang yang tersesat ke lokasi tujuan. "Sebut saja ini peta audio," kata Jerry Cashman, juru bicara Pulse Data.
Pekan lalu, Pulse Data menguji coba prototipe pertama VoiceNote. Jim King, tunanetra yang ikut uji coba, menuturkan pengalamannya. "Berkat VoiceNote, saya bisa berjalan dari satu tempat ke tempat lain sambil mencatat titik-titik penting yang dilewati," ujar dia. Ketika King salah berputar, mesin pintar ini memberi tahu berapa jarak dari rute awal dan ke arah mana King harus kembali.
Keyboard VoiceNote bekerja dengan sistem huruf Braille. Mesin ini tidak menerima input suara. Tapi keluarannya bisa dalam bentuk suara atau data. Versi VoiceNote yang bisa mencetak data ke dalam salinan Braille harganya lebih mahal, sekitar US$ 3.500. n
Rompi 'Sueejuuk...'
Petugas pemadam kebakaran atau serdadu di medan perang bakal makin berani menerobos kobaran api. Didanai Angkatan Darat Amerika Serikat, para insinyur dari Oregon State University tengah merancang rompi ringan tahan panas.
Para insinyur dari Departemen Energi Laboratorium Nasional Pacific Northwest di Amerika juga ambil bagian dalam proyek ini.
Beda dengan pakaian pendingin para astronaut yang berat dan tak nyaman dipakai, alat baru ini memanfaatkan air, amonia, dan bahan bakar hidrokarbon yang jauh lebih ringan. Air hangat dalam tabung rompi dipompa keluar-masuk melalui tabung-tabung mikromasing-masing seukuran rambut manusiaberisi amonia. Amonia menyerap panas air, lalu menguapkannya. Uap air itu kemudian mengembun dan kembali menjadi air dingin.
Ward TeGrotenhuis, insinyur kimia dari Pacific Northwest, menjelaskan bahwa pemanfatan tabung mikro dan amonia membuat sistem pendingin lebih ringan. Maklum, sistem ini tak perlu listrik atau baterai tambahan. Bobot satu rompi pendingin, kata dia, tak akan lebih dari 1,8 kilogram.
(AP, NewScientist.com, Ananova.com)
|