Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 50/XXXII/09 - 15 Februari 2004
   
Etalase

Etalase

Juri Terakhir Grisham

Selamat datang lagi di dunia pengadilan yang penuh intrik. John Grisham, penulis spesialis tema hukum, melepas novel terbarunya, The Last Juror. Mengambil latar wilayah Ford County, Mississippi, Amerika Serikat, pada 1970, novel ini berawal dengan kisah tentang sebuah koran mingguan bernama The Ford County Times yang menuju kebangkrutan. Adalah Joyner William Traynor, mahasiswa drop-out berusia 23 tahun, yang membeli koran itu dengan uang pinjaman dari neneknya. Di tangan Traynor, nasib The Ford County Times berubah drastis. Apalagi sejak koran itu menerbitkan liputan eksklusif pembunuhan sadis seorang janda. Sebelum tewas, si korban menyebut satu nama: Danny Padgitt. Persidangan pun digelar. Dewan juri memutuskan Danny bersalah. Danny menyimpan dendam pada semua anggota juri, termasuk juri terakhir bernama Nyonya Callie Ruffin. Grisham lahir di Jonesboro, Arkansas, pada 8 Februari 1955. Ayahnya petani kapas. Ia telah menulis 17 novel sejak yang pertama, A Time to Kill (1988). Novel terakhir sebelum The Last Juror adalah King of Torts (2003).

Saat Diana Ross Masih Bersama Supremes

Masih ingat The Supremes? Dulu, inilah grup vokal wanita Amerika Serikat paling top. Grup ini dibentuk pada akhir 1950-an oleh empat anak sekolah dari Detroit, Michigan: Diana Ross, Betty Hutton, Florence Ballard, dan Mary Wilson. Kini, lagu-lagu rekaman asli mereka seperti Baby Love, Stop! In the Name of Love, dan The Happening diluncurkan dalam album kemasan baru berjudul The #1's. Album produksi label UTV Records ini juga menampilkan lagu-lagu Diana Ross setelah ia keluar dari Supremes dan berkarier solo seperti Touch Me in the Morning, The Theme from Mahogany (Do You Know Where You're Going to?), dan Endless Love. Seluruhnya ada 24 track dalam album ini. Diana Ross keluar dari kelompok itu pada akhir 1969 untuk meniti karier solonya. Supremes bubar pada 1976.

Kunjungan Pertama Beatles ke Amerika

Pada 7 Februari 1964, Amerika Serikat seperti dilanda badai ketika grup musik paling digandrungi saat itu, The Beatles, berkunjung untuk pertama kalinya. Bandar Udara John F. Kennedy sesak oleh fans. Gadis-gadis histeris saat Paul McCartney, John Lennon, George Harrison, dan Ringo Starr turun dari pesawat. Setiap adegan itu dapat disaksikan kembali dalam DVD produksi Capitol berjudul The Beatles: The First U.S. Visit (1991). Film dokumenter ini aslinya milik kakak-adik Albert dan David Maysles, yang punya hak eksklusif merekam kegiatan kelompok itu sejak kedatangan, beberapa konser, sampai penampilan pertama mereka dalam acara televisi The Ed Sullivan Show. Ada 13 lagu dalam film ini, yang dibuka dengan All My Loving dan diakhiri dengan I Want to Hold Your Hand.



JEJAK MAYA

http://www.akbartandjung.com/

Situs Resmi Akbar Tandjung

"Hari-hari ini saya selalu berdoa. Semoga saya kuat dan lolos," kata Akbar Tandjung di situs www.akbartandjung.com—situs resmi miliknya. Akbar sedang menanti vonis Majelis Kasasi Mahkamah Agung mengenai kasus penggunaan dana nonbujeter Badan Urusan Logistik senilai Rp 40 miliar. Situs web ini, selain memuat kliping berita yang berhubungan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu, menampilkan biografi, galeri foto, dan forum diskusi. Yang menarik, salah satu pesan dalam forum itu berbunyi "Gimana tuh koruptor jd pemimpin partai?"

http://www.kab-bekasi.go.id/

Kabupaten Bekasi Bakal Menjadi Riau

Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, ternyata menyimpan cadangan minyak yang besar. Menurut Pertamina, jumlah cadangan itu 233 juta barel dan 3,34 triliun kubik gas—kira-kira setara dengan sepertiga cadangan minyak di kawasan Riau. Pertamina kini membangun sekitar lima sumur minyak di kawasan Pondok Tengah di Babelan dengan target produksi 140 ribu barel per hari. Di situs milik pemerintah Kabupaten Bekasi ini terdapat informasi mengenai wilayah itu: statistik kependudukan, struktur pemerintahan, potensi pengembangan, peta wilayah, pendapatan daerah, dan data lainnya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data