Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 49/XXXII/02 - 8 Februari 2004
   
Teknologi Informasi

Di Mana Saja, Kapan Saja, Internet Tentu

Akses Internet lewat telepon seluler makin mudah. Sayang, masih mahal.

DALAM sepekan terakhir, Willy Samadi tak pernah cemberut jika harus mengantar istrinya ke pasar. Saat istrinya berbelanja, Willy akan sibuk memencet-mencet telepon selulernya, membuka situs Yahoo, CNN, detik.com, sesekali membalas email. Tak terasa, semua email dari kantor sudah dia buka ketika istrinya selesai berbelanja. "Sekarang, diajak belanja kain ke Tanah Abang yang dulu paling saya benci pun bakal saya jabanin. Enak kok, menunggu di mobil sambil buka-buka Internet," kata karyawan yang bekerja di sebuah lembaga penelitian itu.

Internet melalui telepon seluler? Ya, mengakses Internet lewat telepon seluler (ponsel) kini bisa dilakukan berkat teknologi GPRS (general packet radio service). Inilah teknologi komunikasi data secara nirkabel yang menempel di jaringan GSM (global system for mobile) ponsel. Dengan teknologi ini, di mana pun pengguna ponsel berada, selama di wilayah itu tersedia saluran GPRS, Internet bisa diakses.

Di Indonesia, layanan GPRS pertama kali diperkenalkan Indosat dengan kartu pascabayar IM3 tahun lalu. Langkah ini lalu diikuti Telkomsel melalui KartuHALO, Satelindo dengan kartu Matrix-nya, juga Excelcom. Kini semua operator ponsel menyediakan fitur GPRS, meski baru di kota-kota besar saja. Matrix, misalnya, memiliki sekitar 310 ribu (5 persen dari total pelanggan GSM Indosat) pelanggan, dan akses Internet GPRS ini baru dapat dinikmati di kota besar seperti Jabotabek, Bandung, Medan, Batam, Balikpapan, dan Surabaya.

Tren berinternet via ponsel ini sebenarnya tak lepas dari tuntutan pasar. Setelah kemampuan ponsel mengirim teks (SMS) dan gambar (MMS), pengguna ingin yang lebih canggih: bisa mengakses Internet. Produsen pun berlomba membuat ponsel dengan kemampuan baru itu. Dan, jangan khawatir, teknologi GPRS tak harus berarti ponsel mahal. Untuk ponsel dengan kelas harga di bawah sejuta rupiah pun sekarang banyak yang sudah dilengkapi teknologi GPRS.

Memang, melihat (tepatnya mengintip) Internet lewat layar ponsel yang begitu mungil tidak menyenangkan. Apalagi bila harus membalas email. Kecuali Anda maniak penulis SMS, menulis kata-kata panjang di email dengan memencet-mencet tombol ponsel pasti bukan olahraga menyenangkan.

Jika itu masalahnya, lagi-lagi jangan khawatir. Hampir semua ponsel bisa dihubungkan ke komputer melalui kabel data (biasanya masuk lewat jalur USB di komputer), lewat inframerah, atau saluran yang lebih canggih: bluetooth.

Dengan menghubungkan ponsel ke komputer, ini berarti Anda mengubah ponsel itu menjadi semacam modem. Bedanya dengan modem biasa, Anda tak perlu berlangganan Internet ke provider. Cukup atur konfigurasi di ponsel (biasanya, ada pilihan "PC connect" atau "modem", pilih "modem"), ubah sedikit konfigurasi modem di PC, lalu klik..., berselancarlah ke mana pun Anda suka.

Tentu saja teknologi ini tidak gratis. Tiap provider jaringan ponsel memasang tarif berbeda bagi pengguna Internet. Telkomsel, misalnya, mematok tarif GPRS-nya Rp 25 per kilobyte. Tarif ini sama dengan Exelcom, atau yang sedikit lebih murah adalah tarif IM3 Bright (Satelindo), sebesar Rp 22 per kilobyte. Kelihatan murah? Hati-hati, itu adalah biaya per kilobyte. Makin banyak Anda membuka halaman Internet, apalagi halaman yang penuh gambar, makin terkuras kantong Anda.

Pilihan yang lebih enak adalah menggunakan kartu Matrix milik Satelindo. Sampai sekarang provider ini masih menerapkan tarif flat Rp 25 ribu per bulan bagi pengguna Internet. Dengan tarif flat, artinya berselancarlah sesuka hati, download-lah file sebanyak Anda suka, tarifnya tetap Rp 25 ribu sebulan.

Sayangnya, menurut Wimbo S. Hardjito, Senior Vice President Customer Service PT Indosat Tbk., tarif itu hanya sementara. "Kelak tarif kami tidak tetap lagi, tapi masih belum kami hitung kapan berlakunya dan berapa besarnya," kata dia. "Vonis" penghapusan tarif flat inilah yang sangat ditakuti pengguna Matrix. "Wah, kapan negara kita maju bila provider memasang tarif mahal untuk Internet," keluh Imam Donardi, pengguna intensif Internet ponsel dalam sebuah milis (mailing list).

Mahal atau murah memang relatif. Bagi mereka yang selalu lapar informasi, Internet via ponsel adalah alternatif terbaik saat akses melalui Internet biasa tak mungkin dilakukan. Tapi, bagi yang sekadar iseng, lebih baik memakai Internet biasa yang lebih murah.

Dody Hidayat



Perbandingan Kecepatan Transfer Data

Broadband

Pita lebar

2.048 kbps uplink

2.048 kbps downlink

ADSL

Integrated Service Digital Network

256 kbps uplink

512 kbps downlink

ISDN Standar

Integrated Service Digital Network

64 kbps uplink

64 kbps downlink

Dial-up

Kabel telepon

56 kbps uplink

56 kbps downlink

HCSD

CSD kecepatan tinggi

28 kbps uplink

28 kbps downlink

GPRS

General Packet Radio Service

14,4 kbps uplink

28-64 kbps downlink

CSD

Circuit Swicth Data

9,6-14 kbps uplink

9,6-14 kbps downlink



Cukup Berbekal Kabel Data

Jika ingin menikmati Internet lewat ponsel, inilah beberapa hal yang harus diperhatikan.

  1. Pastikan ponsel Anda sudah mendukung GPRS atau WAP. Jika tidak tahu bagaimana caranya, lihat buku petunjuk ponsel dan ikuti cara untuk mengaktifkannya.
  2. Mintalah ke provider jaringan ponsel untuk membuka akses GPRS di nomor ponsel Anda. Beberapa provider memberikan layanan aktivasi cukup dengan mengirim SMS ke nomor tertentu.
  3. Jika sudah aktif, akan terlihat di layar ponsel tanda bahwa sinyal GPRS sudah aktif, atau berbentuk tulisan pendek ”GPRS”.
  4. Seting konfigurasi di ponsel sesuai dengan ketentuan dari provider (hubungi layanan pelanggan mereka atau carilah di situs Internet cara mengon-figurasinya). Jangan lupa pula mengatur alamat email Anda sesuai dengan konfigurasi dari provider email.
  5. Yang agak lebih rumit adalah menyambung ponsel ke PC atau laptop. Biasanya, ponsel kelas menengah (di atas Rp 1,5 juta) sudah menyertakan kabel data yang menghubungkan ponsel dengan PC lengkap dengan CD instalasi dalam paket penjualannya. Installah program ini. Akan lebih mudah bila dalam paket itu disertakan perangkat lunak yang otomatis mengatur konfigurasi modem sesuai dengan provider ponsel.
  6. Jika modem sudah terpasang dengan benar, berarti sudah selesai. Anda tinggal mengklik modem, koneksi pun terjalin. Jika masih kesulitan, coba tengok situs pengguna Internet ponsel yang bertebaran di dunia maya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data