Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 48/XXXII/26 Januari - 01 Februari 2004
   
Luar Negeri

Kanker, Stres, Paranoia, Bunuh Diri

DALAM invasi ke Irak, pasukan AS paling banyak kehilangan serdadu. Sampai pekan lalu, sudah 500 prajurit tewas, sementara 2.493 lainnya cedera. Mereka sebagian di antara 130 ribu tentara yang Maret tahun lalu membanjiri Bagdad. Korban rata-rata terkena serangan mortir gerilyawan Irak yang mulai gigih mempertahankan tanah air. Belakangan, justru setelah perang dinyatakan berakhir, ada kecenderungan meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan pasukan AS.

Sejak perang Irak berkobar, sudah 21 prajurit AS bunuh diri. Persentase bunuh diri di kalangan 100 ribu tentara AS naik dari 10,5 persen menjadi 13,5 persen. Sejak November tahun lalu, sekitar 4.400 tentara AS menunggu giliran perawatan psikis dan 400 orang di antaranya dipulangkan karena kelainan jiwa. Di luar pasukan AS, tentara Inggris paling banyak tewas (55 orang), sementara Italia 17 orang, Spanyol 8 orang, Bulgaria 5 orang, Thailand 2 orang, Denmark, Ukraina, dan Polandia masing-masing seorang.

Sudah sejak 30 tahun silam AS mengumpankan prajuritnya di medan perang. Ketika itu, 1965 silam, sekitar 200 ribu tentara AS mendarat di Vietnam Selatan. Setahun kemudian, jumlah serdadu AS itu meningkat menjadi 400 ribu, kemudian 500 ribu pada tahun berikutnya. Dalam perang berkepanjangan itulah lebih dari 500 penduduk sipil tewas dalam pembantaian di My Lai. Hingga AS hengkang dari Saigon pada 1975, tak kurang dari 3 juta orang Vietnam meninggal dan 58 ribu tentara serta warga sipil AS tewas.

Yang paling tragis, jutaan orang Vietnam menggelepar-gelepar ketika tentara AS (antara 1961 dan 1971) menyemprotkan 77 juta liter senyawa kimia yang disebut " Agent Orange" untuk memaksa gerilyawan Vietcong masuk ke hutan. Akibatnya, seusai perang, banyak bayi Vietnam lahir cacat dan menderita keterbelakangan mental karena orang tua mereka menderita kanker gara-gara mengisap Agent Orange. Bahkan, meski perang usai 10 tahun kemudian, sekitar 38 ribu orang Vietnam tewas dan 64 ribu lainnya cedera akibat ledakan bom dan sisa-sisa amunisi.

Bukan hanya itu. Di AS sendiri, tulah gara-gara Perang Vietnam telah menjalar di kalangan kaum veteran. Tak kurang dari 500 ribu dari 3,5 juta warga AS yang terjun dalam Perang Vietnam menjadi korban post-traumatic stress syndrome, yang mengakibatkan trauma mental dan fisik. Mereka mengidap paranoia, sementara sekitar 1,7 juta orang di antaranya menderita stres berkepanjangan. n


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data