Lompatan Windows di Telepon Seluler Microsoft menyerbu pasar software telepon seluler dengan Windows Mobile. Sayang, terlalu boros memori. |
Ucapkan halo kepada Bill Gates. Kini napas pendiri perusahaan Microsoft itu tak hanya berembus di komputer meja atau laptop, tapi bahkan menyusup jauh ke ruang tidur, ruang keluarga, dapur, bahkan toilet, melalui telepon seluler.
Setelah sukses mendoktrin pengguna komputer agar memakai Windows dan mendikte pengguna komputer genggam (PDA) agar menggunakan PocketPC, si jenius yang tak lulus Harvard University ini bertekad mendominasi pasar software di telepon seluler. Bendera yang diusungnya adalah sistem operasi Windows Mobile—dulu bernama Microsoft Smartphone 2002.
Gebrakan Gates dengan Windows Mobile sebenarnya sudah dimulai pada akhir November 2002. Namun, tahun ini, gaungnya makin santer terdengar. Bahkan beberapa telepon seluler berbasis sistem operasi Windows Mobile sekarang mudah ditemukan di Jakarta. "Ini prestasi besar buat Microsoft, yang telah berjuang menembus dominasi sistem operasi Symbian," kata Roy Suryo, pakar telekomunikasi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kepada TEMPO.
Sistem operasi adalah nyawa sebuah telepon seluler. Tanpa perangkat lunak ini, telepon genggam Anda hanyalah segepok rangkaian elektronik tanpa guna. Selama bertahun-tahun, pabrikan telepon besar seperti Nokia, Sony Ericsson, Siemens, dan Samsung setia memakai sistem operasi Symbian yang stabil dan memang lahir untuk telepon seluler itu.
Saham perusahaan berbasis Inggris ini juga dimiliki konsorsium Nokia, Sony Ericsson, Siemens, Samsung, Psion, Matsushita, dan Motorola. Di luar Symbian, hanya ada pemain kecil seperti Palm OS dan Linux, yang tahun lalu memulai debutnya dengan Motorola A 760.
Lahirnya bayi Windows Mobile mulai mengubah peta persilatan sistem operasi telepon seluler. Meski tertatih-tatih, Windows Mobile berhasil merengkuh vendor telepon seluler. Di Eropa, mereka menggandeng Orange dan mengeluarkan Orange SPV e200. Di pasar domestik, Amerika Serikat, Samsung dan Motorola juga terpikat. Bahkan Motorola lantas memilih keluar dari konsorsium Symbian dan menjual sahamnya ke Psion. Tahun lalu, Motorola merilis telepon berbasis Windows Mobile Mpx200, sedangkan Samsung mengeluarkan Samsung i600.
Meski baru seumur jagung, pengguna Windows Mobile di Asia juga tumbuh pesat. Sedikitnya ada empat merek yang memakai sistem ini, antara lain Mio 8380, Qtek 7070, Amazing Phone, dan Dopod 515. Kebanyakan telepon itu dijual di pasar Cina dan Taiwan.
Ada banyak alasan yang membuat pengguna telepon seluler melirik telepon berbasis Windows Mobile. Adit, karyawan yang berkantor di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, misalnya, memilih membeli Mio 8380 berbasis Windows Mobile karena pertimbangan harga dan kelengkapan feature. Menurut Adit, dengan uang sekitar Rp 3 juta, dia bisa memiliki telepon canggih yang berkamera, dengan layar 65 ribu warna, bisa untuk Internet, serta mendukung multi-messaging services (MMS) dan general packet radio system (GPRS). "Dengan uang segitu, mana dapat telepon ber-feature selengkap Mio, yang cuma dipunyai Sony Ericsson P900 atau Nokia 6600," katanya.
Berbeda dengan Adit, Daniel, programmer perusahaan teknologi informasi yang berkantor di Kuningan, Jakarta Selatan, masih ragu beralih ke telepon berbasis Windows Mobile. "Jangan-jangan telepon kita sering hang atau gampang kena virus seperti komputer," ujarnya waswas.
Roy Suryo menepis kekhawatiran Daniel. "Semua sistem operasi, ter- masuk Symbian, pasti ada virusnya," kata pemakai Nokia 6600 dan Communicator 9210i itu. "Itu bisa gampang diatasi, kok," ujarnya. Soal hang, menurut Roy, sistem operasi Symbian, yang mengklaim dirinya antimacet, juga tidak kebal. "Telepon seluler saya ini juga tak pernah hang," kata Adit, yang mengantongi Mio 8380 sejak enam bulan lalu.
Dalam pandangan Roy, hadirnya Windows Mobile bisa membuka babak baru era digital. Alasannya, platform Windows sudah dikenal luas dan aplikasinya juga banyak. "Jadi, para pengembang software tinggal mengecilkan aplikasi-aplikasi Windows yang selama ini berjalan di komputer," katanya. Dengan aplikasi yang akrab se-perti itu, Roy meramalkan popularitas Windows Mobile segera melejit seperti kisah sukses Microsoft PocketPC menggerus dominasi Palm OS di PDA.
Windows Mobile memang menyediakan hampir semua hal yang disediakan sistem operasi Symbian. Untuk me-ngatur agenda dan mengirim e-mail, Windows Mobile menyediakan Outlook yang mirip moyangnya, Microsoft Outlook, dan bisa disinkronkan dengan server Microsoft Exchange. Untuk koneksi dengan komputer, ada ActiveSync, yang juga banyak dipakai di PocketPC. Software chatting MSN juga ter-install dalam paket Windows Mobile.
Tentu Windows Mobile bukan tanpa cacat. "Seperti Windows di komputer biasa, sistem ini lebih boros memori ketimbang Symbian, sehingga aplikasinya pun terasa lebih berat," tutur Roy. Itulah salah satu alasan mengapa Symbian IDC—salah satu surveyor kondang di bidang teknologi informasi—yakin Symbian tetap menguasai 53 persen kue pasar sistem operasi telepon seluler pada 2007. Mereka meramal, Windows Mobile hanya bisa meraih pangsa pasar 27 persen. Hmmm, untuk sementara, dunia memang tak selebar Windows.
Burhan Sholihin
|