Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXII/19 - 25 Januari 2004
   
Peristiwa

Wiranto dkk. Dicegah Masuk AS

putus dirundung isu. Begitulah nasib Wiranto, yang tengah mencalonkan diri sebagai Presiden RI melalui konvensi Partai Golkar. Setelah diisukan terlibat dalam dana ratusan miliar rupiah milik BNI, kini dia dikabarkan dicegah menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Kabar itu dirilis kantor berita AFP, yang mengutip berita harian terkemuka AS, The Washington Post (TWP) edisi Jumat pekan lalu.

Mantan Menhankam/Pangab itu, bersama lima perwira TNI lainnya, masuk daftar cegah-tangkal (cekal) AS karena dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi di Timor Timur pada 1999. Menurut TWP, Departemen Luar Negeri AS memutuskan pencegahan terhadap mereka lantaran kecewa atas sikap Indonesia dalam penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi. Juga karena kecewa terhadap Pengadilan Hak Asasi Ad Hoc Timor Timur.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Richard Boucher, tak membantah berita itu. Kata dia, daftar yang dikutip TWP merupakan dokumen rahasia. Tapi Boucher menolak berkomentar lebih jauh tentang laporan itu. ”Kami dilarang undang-undang memberitahukan siapa yang ada dalam daftar itu,” ujarnya.

Wiranto sendiri menegaskan dirinya tidak pernah dicekal atau dilarang masuk ke AS. Permintaan visa berkunjungnya ke AS dan negara-negara lain juga tidak pernah ditolak. ”Ini isu lama. Pada saat isu itu sudah bergulir, saya membuktikan ke luar negeri, seperti AS, Cina, Singapura, dan tidak ada problem. Tapi kok tiba-tiba sekarang mencuat lagi,” katanya kepada pers dalam perjalanan ke Bandung.

Soal kasus Timor Timur, Wiranto menegaskan bahwa ia tidak terbukti melakukan pelanggaran hak asasi di sana. ”Seharusnya proses pengadilan di Indonesia ini dihormati,” ujarnya.

Jobpie Sugiharto (Tempo News Room)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data