Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXII/19 - 25 Januari 2004
   
Olahraga

Mengais Untung Sampai ke Cina

Manchester United membeli pemain muda Cina. Diharapkan keuntungan mengalir dari penjualan hak siar televisi dan cendera mata.

WAJAH Dong Fangzhou tampak berseri-seri pada suatu sore yang dingin. Tak henti-hentinya ia menebar senyum. Pemain sepak bola berusia 18 tahun ini tidak sedang menang lotere. Di markasnya, Kota Dalian, Cina Utara, ia baru saja mendapat kabar gembira dari klubnya. Dong, yang selama ini bermain untuk klub Dalian Shide, bakal diboyong ke negeri lain, ke klub Manchester United di Inggris. Itu sebabnya pada Selasa pekan lalu ia amat bungah kendati transfer ini tidak bisa dilepaskan dari pertimbangan bisnis. "Aku percaya, mereka juga melihat kemampuanku," katanya girang.

Kontrak sudah ditandatangani pada 10 Januari 2004 tapi tak disebut berapa tahun Dong akan bermain untuk klub berjulukan Setan Merah itu. Yang jelas, "Dong akan berangkat ke Manchester sesuai dengan permintaan United," kata Lin Lefeng, Manajer Klub Dalian Shide.

Dengan nilai transfer US$ 6,5 juta (sekitar Rp 54 miliar) Dong menjadi pemain termahal Cina yang merumput di luar negeri. Rekor termahal sebelumnya dipegang bekas rekan setimnya, Sun Jihai. Ia dibeli klub Liga Primer lainnya, Manchester City, seharga US$ 3,7 juta, dua musim lalu.

Untuk tahap awal Manchester United (MU) baru akan membayar US$ 920 ribu. Sisanya tergantung bagaimana penampilan Dong. Ia juga tidak langsung merasakan persaingan ketat di Liga Inggris. Soalnya, MU akan meminjamkan Dong ke klub Royal Antwerp, Belgia, sampai akhir musim ini. Baru pada musim depan ia mulai bergabung ke MU. Ini gara-gara Dong belum memperoleh izin kerja di Inggris. Jika ia ngebet ingin merumput musim ini juga, ada jalan yang bisa ditempuh. Pemain muda berbakat ini bisa mengajukan permohonan mendapatkan paspor Belgia.

Pembelian Dong merupakan bagian dari rencana besar Manajer MU, Alex Ferguson, untuk meremajakan skuadnya. Tahun silam ia sudah membeli gelandang berusia 18 tahun asal Portugal, Cristiano Ronaldo, seharga Rp 171,36 miliar. Pemain yang punya gocekan maut ini sudah bisa mengisi kekosongan lini tengah yang ditinggalkan David Beckham.

Ferguson juga membeli kiper tangguh asal Amerika Serikat, Tim Howard, 24 tahun, dari klub New York MetroStars. Awal bulan ini gelandang muda asal Irlandia, Liam Miller, 22 tahun, juga dipinangnya dari klub Glasgow Celtic (Skotlandia). Miller disiapkan menggantikan Roy Keane dan Ryan Giggs. Lalu, untuk memperkuat barisan depan, diboyonglah striker asal Prancis, David Bellion, 21 tahun, dari Sunderland. Dia dibeli bersamaan dengan gelandang Kamerun, Eric Djemba-Djemba, 22 tahun, dari Nantes (Prancis).

Untuk bisa masuk tim inti mendampingi penyerang Ruud van Nistelrooy, mau tak mau Dong harus siap bersaing dengan Djemba-Djemba, Bellion, dan juga Miller. Dia punya modal besar. Dengan tinggi badan 185 sentimeter dan berat 75 kilogram, gerakannya amat lincah dan gesit. Dong memiliki tendangan kaki kanan yang keras. Jangan lupa, sundulannya juga maut. Kemampuannya itu diperolehnya melalui latihan yang keras sejak masih bocah.

Karier sepak bolanya diawali pada usia 11 tahun di klub junior Dalian Yiteng Liantie pada 1996. Empat tahun kemudian ia bermain untuk tim junior Dalian Shide. Selama setahun di Shide ia ikut mengantar timnya menjadi pemenang dalam kejuaraan usia 17 tahun pada 2000. Dalam kejuaraan ini Dong terpilih menjadi pemain terbaik. Setahun kemudian ia pindah ke Dalian Sidelong. Kerja kerasnya mengantar Sidelong menempati peringkat kedua Liga B Cina. Berkat permainannya yang cemerlang, ia direkrut masuk tim nasional usia 23 tahun, dan pada Januari tahun lalu ia kembali ke Dalian Shide.

Dong tertarik merumput di Liga Inggris setelah melihat keberhasilan rekan-rekannya di sana. Dua tahun silam, Sun Jihai merintisnya di Manchester City, klub rival sekota MU. Lalu, gelandang Lie Tie (Liaoning Bird) dan bek Li Weifeng (Shenzhen Jianlibao) menyusul untuk bergabung dengan Everton sebagai pemain pinjaman pada Agustus 2002. Weifeng kurang beruntung. Ia akhirnya dikembalikan ke Shenzhen pada Januari 2003 setelah bergabung selama empat bulan. Tapi Lie Tie bernasib baik karena sejak pertengahan tahun lalu telah resmi dikontrak tiga tahun.

Dua pemain Cina lainnya kini sedang dicoba oleh klub-klub Liga Primer. Qu Bo sedang diuji oleh Blackburn Rovers, adapun Yang Pu ditawar Southampton. Satu pemain lagi, Feng Xiaoting, akan bermain di Liga Prancis. Kapten tim nasional junior Cina itu sejak Desember lalu sudah berlatih di Nantes.

MU sebenarnya sudah lama mengamati sepak terjang Dong. Mereka telah mengundang pemain ini untuk unjuk kebolehan di Old Trafford pada pertengahan 2003. Manajer Sir Alex Ferguson rupanya langsung jatuh cinta pada kelincahan Dong. Semula Dalian Shide hanya ingin meminjamkan Dong, tapi setelah melalui perundingan panjang akhirnya setuju untuk melepasnya ke MU. "Ini kesempatan bagus untuk meningkatkan kualitas pemain Cina," kata Lin Lefeng.

Disadari oleh Dong, sebenarnya MU tidak sekadar tertarik pada kemampuannya. Pertimbangan bisnis juga melandasi keputusan klub ini untuk memboyong dirinya. Kini MU sedang berusaha menembus pasar Cina, yang berpenduduk 1,2 miliar orang itu. Dengan merekrut pemain asal Negeri Tirai Bambu, klub ini berharap meraup keuntungan besar dari penjualan hak siar televisi dan cendera mata tim.

Selama ini pertandingan Liga Primer memang mendapat perhatian luar biasa dari rakyat Cina, setelah pemain kebanggaan mereka berkiprah di sana. Pertandingan antara Everton dan Manchester City, yang mempertemukan Li Tie dan Sun Jihai, pada 1 Januari dan 8 Desember 2003 lalu, disaksikan tak kurang dari 100 juta pasang mata di Cina melalui siaran langsung televisi. Ini rekor penonton terbanyak dalam sebuah pertandingan Liga Primer. Pantas kalau MU tergiur untuk mengembangkan sayapnya ke Cina.

Everton mendapat keuntungan ganda karena mendapat dukungan dari Kejian, sebuah perusahaan telepon seluler terbesar di Cina. Sekarang perusahaan ini menjadi sponsor Everton selama dua tahun. Sebagai kompensasi, Everton mengirimkan pelatihnya ke Cina untuk melatih pemain-pemain muda di sana. "Ini untuk pertama kalinya perusahaan Cina mensponsori klub Liga Primer," kata ketua klub Everton, Phillip Carter. Ia tak mengungkap berapa uang yang dibawa Kejian ke Everton.

Selain Everton dan Manchester City, klub besar Eropa lainnya, Real Madrid (Spanyol), juga sudah merasakan nikmatnya berbisnis dengan Cina. Mereka meraup keuntungan besar saat melawat ke negeri itu pada Agustus 2003. Mereka dibayar 2 juta euro (sekitar Rp 19 miliar) untuk sekali bertanding melawan pemain-pemain terbaik Liga Cina di Stadion Buruh Beijing. Rakyat Cina tak sayang merogoh kocek dalam-dalam untuk menyaksikan idola mereka dengan membeli tiket yang harganya selangit. Tiap lembar tiket dihargai 2.000 yuan atau sekitar Rp 2,12 juta. Harga itu lebih tinggi daripada pendapatan bulanan rata-rata warga Beijing.

Pengamat sepak bola Cina, Liu Guang, memperkirakan jika Dong mampu bersaing menjadi pemain utama, keuntungan besar sudah menunggu MU. Soalnya, klub ini sangat populer di daratan Cina. Bisa dibayangkan gerai cendera mata dan kedai kopi yang telah dibuka MU di dua kota besar di Cina, yaitu Beijing dan Shanghai, bakal tambah laris. Penggemar bola di dua kota itu bisa mendapatkan replika kostum MU dengan mudah, tak perlu terbang ke Inggris. "Bisnis ini akan berkembang luar biasa," ujar Liu, penulis olahraga di kantor berita Xinhua.

Di markas klubnya di Kota Dalian, Dong Fangzhou pun paham dirinya kini menjadi primadona bisnis sepak bola. Itu sebabnya ia selalu tersenyum ceria.

Sapto Yunus


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data