Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXII/19 - 25 Januari 2004
   
Laporan Utama

Sekjen KONI Pusat, Djohar Arifin: Ini Cuma Undian Berhadiah

BENTUK kerja sama, menurut Djohar Arifin, cuma undian berhadiah, bukan usaha lotere empat angka seperti yang digelar Magnum di Malaysia. Soal proposal yang jelas-jelas menyebut lotere empat angka, sebagaimana dilansir sejumlah media, Djohar, yang sedang di Medan, mengaku tak pernah membacanya. "Kami sama sekali tak tahu soal proposal lotere itu," kata Sekretaris Jenderal KONI Pusat itu kepada Wenseslaus Manggut dari TEMPO, melalui sambungan telepon. Petikannya:

Bagaimana awal mula kisah kerja sama dengan MMI itu?

Awalnya MMI memasukkan surat ke KONI. Intinya, mereka mau membantu mencari dana, karena selama ini KONI selalu kesulitan keuangan. Nah, surat itu diteruskan ke bagian Komisi Industri dan Bisnis Olahraga yang diketuai Andi Gani Nena Wea. Dari situ diteruskan ke Komisi Hukum untuk dibahas dari sisi hukumnya. Setelah disetujui, MMI sendiri yang meminta izin ke Departemen Sosial.


Betulkah presentasi oleh MMI di KONI cuma dihadiri orang-orang tertentu? Artinya, ini cuma proyek segelintir orang?

Yang ikut presentasi itu adalah bagian-bagian yang ada kaitannya dengan pendanaan saja. Tidak semua orang KONI ikut serta. Yang mereka presentasikan di KONI sama dengan izin yang dikeluarkan oleh Departemen Sosial itu. Pokoknya, cuma undian gratis berhadiah. Lain tidak. Setelah itu, MMI sendiri yang mengajukan izin ke Departemen Sosial. KONI tidak ikut, karena bukan penyelenggara. Kalau perusahaan ini rugi, KONI tidak kena imbasnya.


Anda menyebut kerja sama itu cuma undian berhadiah. Tapi beredar proposal MMI yang diajukan ke KONI, yang isinya jelas-jelas menyebut lotere empat angka?

Kami sama sekali tidak tahu soal proposal itu. Yang kami ketahui seperti yang dikeluarkan Departemen Sosial itu. Kalau masyarakat atau MUI keberatan, tidak masalah bagi KONI. Karena kami bukan penyelenggaranya.


Saat MMI melakukan presentasi di KONI juga dibahas soal pembagian keuntungan?

Waktu itu kami minta komitmen fee Rp 3 miliar. Di luar itu, kami juga akan mendapat beberapa persen dari keuntungan. Berapa persisnya belum final.


Keuntungan lainnya?

MMI akan membantu merancang pertandingan, mencari sponsor, mengatur hak siaran, dan melakukan promosi pertandingan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data