|
1968, Lotto (Lotere Totalisator)
Digelar khusus di Jawa Timur, untuk membiayai PON di Surabaya.
1970-an, Nalo (Nationale Loterij)
Dijual sejuta lembar kupon, diundi setiap minggu.
Harga Rp 50 per lembar.
Sempat dimanfaatkan untuk membantu korban bencana alam, 22 panti asuhan, yang masing-masing menerima 100 ekor ayam, dan pembangunan kantor Departemen Sosial.
1978, Undian Harapan
Pengelolanya adalah Badan Usaha Undian Harapan, yang sebelumnya bernama Yayasan Rehabilitasi Sosial.
Setiap bulan dijual empat juta lembar kupon. Sekitar 900 ribu lembar di antaranya laku terjual.
Harga Rp 200.
Setiap bulan pengelola untung Rp 30 juta.
Pengelola undian menganggap mampu mengurangi undian gelap yang diselundupkan dari Singapura dan Malaysia.
1979, SSB (Sumbangan Sosial Berhadiah)
Dicetak empat juta lembar, diundi dua minggu sekali.
Harga Rp 200.
1986-Desember 1987, Porkas
Izin lotere ini dikantongi Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial.
Berasal dari bahasa Inggris forecast alias ramalan. Diilhami oleh penyelenggaraan toto sepak bola di Spanyol. Di sana setiap pekan digelar toto angka-angka hasil pertandingan sepak bola dari 14 klub profesional papan atas.
Setiap minggu beredar 10 juta kupon seharga Rp 300.
Hadiah terbesar Rp 100 juta.
Sekitar 28 persen dana yang masuk akan kembali kepada pembeli dalam bentuk hadiah.
Dari Rp 29 miliar dana yang terkumpul, Rp 11,4 miliar disumbangkan untuk SEA Games 1987.
Januari 1988, KSOB (Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah)
Pemilik izin adalah Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial.
Ada dua macam kupon: kupon menebak skor pertandingan pada babak I dan II dan kupon menebak huruf (2-4 dari 14 huruf yang diundi).
Harga kupon Rp 600. Hadiah terbesar Rp 8 juta.
Sekitar 45-60 persen dana yang masuk akan kembali kepada pembeli dalam bentuk hadiah. Sedangkan Porkas cuma 28 persen.
Setelah berhasil menyerap dana masyarakat sekitar Rp 1,2 triliun, KSOB dihentikan. Pada 1988, Rp 1,5 miliar dana KSOB disumbangkan ke TVRI dan Rp 120 miliar untuk dana olahraga.
Januari 1989-September 1993, SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah)
Pemilik izinnya Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial.
Ada tiga jenis kupon: Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 15.000.
Omzet SDSB setahun diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.
Selain untuk keuntungan penyelenggara, dana SDSB digunakan untuk bencana tercatat (Rp 273 miliar), pembinaan olahraga (Rp 95 miliar), usaha kesejahteraan (Rp 108 miliar), dan bantuan untuk Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin (Rp 3 juta per bulan).
Awal 2000, Damura (Dana Masyarakat untuk Olahraga)
Pengelolanya PT Mutiara Mandala Mahardhika.
Selain menjanjikan hadiah langsung, penyelenggara memberikan beasiswa dan jaminan asuransi kecelakaan sebagai hadiah.
Tak berjalan karena diprotes keras masyarakat.
Patah Tumbuh Lotere Berganti
Sejak lebih dari 30 tahun lalu, lotere telah hadir di Indonesia dengan beragam wajah. Mereka datang, dinikmati, lalu mati karena dihujat banyak orang. Fungsi lotere memang selalu dikritik sarat manipulasi: semula untuk menggalang dana pembinaan olahraga, belakangan dituding memperkaya penyelenggara sambil mencekik leher rakyat kecil yang hidup dibuai mimpi.
Mimpi itulah yang tampaknya akan kembali disemai oleh Magnum dan KONI. Sebuah permainan sumbangan berhadiah yang menuai kritik jauh sebelum dijalankan.
Sudrajat
Proses Lotere itu...
Proposal 15 September 2003
Cara Undian
Setiap pembeli karcis masuk dengan kelipatan Rp 2.500 berhak mendapatkan satu undian.
Pembeli karcis dapat memilih nomor seri karcis yang tercetak melalui sistem elektronik.
Pengundian nomor seri karcis dilakukan sepekan sekali atau sesuai dengan jadwal pertandingan.
Tiket bernomor seri sama dengan hasil undian menjadi pemenang.
Tempat Penjualan Tiket
Counter atau tempat yang telah ditunjuk oleh penyelenggara melalui sistem elektronik penjualan karcis di seluruh Indonesia.
Hadiah
Hadiah I: 100 TV 29 inci dan pemutar DVD seharga @ Rp 6 juta
Hadiah II: 100 TV 21 inci seharga @ Rp 2.500.000
Hadiah III: 100 lemari es seharga @ Rp 1.500.000
Hadiah IV: 100 tabungan seharga @ Rp 500 ribu
Hadiah V: 3.000 pemenang uang tunai @ Rp 150 ribu
Proposal 20 Oktober 2003
Cara Undian
Peserta: penonton di tempat-tempat pertandingan.
Setiap karcis masuk yang dibeli akan mendapatkan satu nomor undian gratis yang tercatat secara online.
Jumlah nomor undian ditentukan berdasarkan banyaknya menonton di tempat yang telah ditentukan pada satu periode.
Tiket bernomor seri sama dengan hasil undian pada setiap penarikan undian secara online menjadi pemenang.
Tempat Penjualan Tiket
Loket-loket penjualan, tempat pertandingan, pusat perbelanjaan, dan tempat lain di seluruh Indonesia.
Hadiah
Hadiah I: 100 TV 29 inci dan pemutar DVD seharga @ Rp 4.375.000
Hadiah II: 100 TV 21 inci seharga @ Rp 1.875.000
Hadiah III: 200 lemari es seharga @ Rp 1.250.000
Hadiah IV: 750 tabungan @ Rp 500 ribu
Hadiah V: 2.000 pemenang uang tunai @ Rp 125 ribu
Hadiah Hiburan
Hadiah I: 200 pemenang untuk 3 angka berurutan benar dari belakang mendapatkan hadiah @ Rp 1.500.000
Hadiah II: 1.000 pemenang untuk 2 angka berurutan benar dari belakang mendapatkan hadiah @ Rp 200.000
? Tiket dijual di seluruh Indonesia, tapi pertandingan olahraga hanya ada di kota tertentu. Pembeli bisa membeli kupon tanpa harus menonton pertandingan.
Proposal 29 Oktober 2003
Disetujui Menteri Sosial pada 16 Desember 2003
Cara Undian
Peserta: mereka yang menonton pertandingan di tempat-tempat pertandingan, dengan lebih dulu membeli karcis.
Setiap karcis masuk akan mendapatkan satu nomor undian gratis yang tercatat melalui sistem komputer online.
Jumlah nomor undian ditentukan berdasarkan banyaknya menonton di tempat-tempat yang telah ditentukan pada satu periode.
Pemenang: mereka yang nomornya keluar pada setiap penarikan undian melalui sistem komputer online.
Tempat Penjualan Tiket
Loket-loket penjualan, tempat pertandingan, pusat perbelanjaan, dan tempat lain di seluruh Indonesia.
Hadiah
Hadiah I: 100 TV 29 inci dan pemutar DVD seharga @ Rp 7.500.000
Hadiah II: 100 TV 21 inci seharga @ Rp 3.000.000
Hadiah III: 200 lemari es seharga @ Rp 1.500.000
Hadiah IV: 750 tabungan @ Rp 600.000
Hadiah V: 2.000 pemenang uang tunai @ Rp 180.000
Hadiah Hiburan
Hadiah I: 200 pemenang uang tunai @ Rp 1.500.000
Hadiah II: 1.000 pemenang uang tunai @ Rp 200.000
Kejanggalan
Tiket dijual di seluruh Indonesia, tapi pertandingan olahraga hanya ada di kota tertentu. Pembeli bisa membeli kupon tanpa harus menonton pertandingan.
Pembeli tiket tidak harus datang ke lokasi pertandingan karena pengundian dilakukan di Jakarta.
Kapasitas tempat pertandingan terbatas, tapi target penarikan dana masyarakat hingga miliaran rupiah per bulan.
Apa yang Ditebak
Sama seperti permainan empat angka yang sukses di Malaysia, undian versi Indonesia menggunakan sistem angka yang diubah menjadi huruf.
Digit Diubah dengan Tanda
0 Archery (Panahan)....A
1 Badminton....B
2 Catur....C
3 Selam....D
4 Berkuda....E
5 Sepak Bola....F
6 Golf....G
7 Panjat Tebing....H
8 Hoki Es....I
9 Lempar Lembing....J
- Pemain meramalkan kombinasi empat cabang olahraga, misalnya panahan, catur, selam, dan sepak bola, yang akan dikonversi menjadi ACDF.
- Kombinasi huruf itu bisa ditujukan untuk dua kategori undian: Home dan Away.
- Operator menarik undian hingga tiga kali sepekan.
- Pemain yang tebakannya cocok dengan urutan satu atau lebih susunan abjad hasil undian akan mendapatkan berbagai hadiah.
Ramalan Home
Harga kupon Rp 2.500
Hadiah I: Kulkas
Hadiah II: Televisi
Hadiah III: Mini-Compo
10 Hadiah Spesial: Rice Cooker
10 Hadiah Hiburan: Hair Dryer
Harga kupon Rp 100.000
Hadiah I: Toyota Kijang
Hadiah II: Suzuki Karimun
Hadiah III: 3 Buah Sepeda Motor
10 Hadiah Spesial: Komputer
10 Hadiah Hiburan: AC
Ramalan Away
Harga kupon Rp 2.500
Hadiah I: Sepeda
Hadiah II: Kulkas
Hadiah III: Televisi
Harga kupon Rp 100.000
Hadiah I: Honda Accord
Hadiah II: Toyota Kijang
Hadiah III: Suzuki Karimun
Perjalanan Proposal Magnum
6 Juni 2003
Dirut PT Metropolitan Magnum Indonesia (MMI) Yanto Hendrik mengirim surat ke Ketua Umum KONI Agum Gumelar perihal ”Permohonan Kerja Sama Program Kesejahteraan Dana Sosial dan Olahraga”.
10-11 Agustus 2003
Wakil Ketua Bidang Perencanaan Anggaran KONI Mayjen Sang Nyoman Suwisma serta Ketua Komisi Industri dan Bisnis Olahraga Andi Gani Nena Wea melakukan studi banding ke Malaysia untuk meninjau Magnum 4D Berhad.
29 Agustus 2003
Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Indra Kartasasmita mengirimkan ”Telaah Staf Proposal PT MMI tentang Program Kesejahteraan Sosial dan Olahraga” kepada Ketua Umum KONI.
14 Oktober 2003
Ketua Umum KONI mengeluarkan surat persetujuan terhadap ”Kerja Sama Program Kesejahteraan Sosial dan Olahraga”.
27 Oktober 2003
KONI meneken kerja sama dengan PT MMI.
6 Desember 2003
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengeluarkan izin penyelenggaraan undian gratis berhadiah kepada PT MMI.
7 Januari 2004
PT Magnum Corporation Berhad mengumumkan dalam situsnya soal rencana penyelenggaraan lotere ini. Harga saham mereka melonjak hingga 9,9 persen.
14 Januari 2004
Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat, Muhaimin Iskandar, menolak lotere tersebut. Sekjen KONI Djohar Arifin membantah upaya pengumpulan dana itu disebut sebagai lotere.
15 Januari 2004
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah berjanji akan mencabut izin Magnum jika undian olahraga berhadiah itu terbukti merupakan lotere.
|