Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXII/19 - 25 Januari 2004
   
Laporan Utama

Dari Lotere ke Lotere

1968, Lotto (Lotere Totalisator)

Digelar khusus di Jawa Timur, untuk membiayai PON di Surabaya.

1970-an, Nalo (Nationale Loterij)

  • Dijual sejuta lembar kupon, diundi setiap minggu.
  • Harga Rp 50 per lembar.
  • Sempat dimanfaatkan untuk membantu korban bencana alam, 22 panti asuhan, yang masing-masing menerima 100 ekor ayam, dan pembangunan kantor Departemen Sosial.

    1978, Undian Harapan

  • Pengelolanya adalah Badan Usaha Undian Harapan, yang sebelumnya bernama Yayasan Rehabilitasi Sosial.
  • Setiap bulan dijual empat juta lembar kupon. Sekitar 900 ribu lembar di antaranya laku terjual.
  • Harga Rp 200.
  • Setiap bulan pengelola untung Rp 30 juta.
  • Pengelola undian menganggap mampu mengurangi undian gelap yang diselundupkan dari Singapura dan Malaysia.

    1979, SSB (Sumbangan Sosial Berhadiah)

  • Dicetak empat juta lembar, diundi dua minggu sekali.
  • Harga Rp 200.

    1986-Desember 1987, Porkas

  • Izin lotere ini dikantongi Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial.
  • Berasal dari bahasa Inggris forecast alias ramalan. Diilhami oleh penyelenggaraan toto sepak bola di Spanyol. Di sana setiap pekan digelar toto angka-angka hasil pertandingan sepak bola dari 14 klub profesional papan atas.
  • Setiap minggu beredar 10 juta kupon seharga Rp 300.
  • Hadiah terbesar Rp 100 juta.
  • Sekitar 28 persen dana yang masuk akan kembali kepada pembeli dalam bentuk hadiah.
  • Dari Rp 29 miliar dana yang terkumpul, Rp 11,4 miliar disumbangkan untuk SEA Games 1987.

    Januari 1988, KSOB (Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah)

  • Pemilik izin adalah Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial.
  • Ada dua macam kupon: kupon menebak skor pertandingan pada babak I dan II dan kupon menebak huruf (2-4 dari 14 huruf yang diundi).
  • Harga kupon Rp 600. Hadiah terbesar Rp 8 juta.
  • Sekitar 45-60 persen dana yang masuk akan kembali kepada pembeli dalam bentuk hadiah. Sedangkan Porkas cuma 28 persen.
  • Setelah berhasil menyerap dana masyarakat sekitar Rp 1,2 triliun, KSOB dihentikan. Pada 1988, Rp 1,5 miliar dana KSOB disumbangkan ke TVRI dan Rp 120 miliar untuk dana olahraga.

    Januari 1989-September 1993, SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah)

  • Pemilik izinnya Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial.
  • Ada tiga jenis kupon: Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 15.000.
  • Omzet SDSB setahun diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.
  • Selain untuk keuntungan penyelenggara, dana SDSB digunakan untuk bencana tercatat (Rp 273 miliar), pembinaan olahraga (Rp 95 miliar), usaha kesejahteraan (Rp 108 miliar), dan bantuan untuk Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin (Rp 3 juta per bulan).

    Awal 2000, Damura (Dana Masyarakat untuk Olahraga)

  • Pengelolanya PT Mutiara Mandala Mahardhika.
  • Selain menjanjikan hadiah langsung, penyelenggara memberikan beasiswa dan jaminan asuransi kecelakaan sebagai hadiah.
  • Tak berjalan karena diprotes keras masyarakat.


    Patah Tumbuh Lotere Berganti

    Sejak lebih dari 30 tahun lalu, lotere telah hadir di Indonesia dengan beragam wajah. Mereka datang, dinikmati, lalu mati karena dihujat banyak orang. Fungsi lotere memang selalu dikritik sarat manipulasi: semula untuk menggalang dana pembinaan olahraga, belakangan dituding memperkaya penyelenggara sambil mencekik leher rakyat kecil yang hidup dibuai mimpi.

    Mimpi itulah yang tampaknya akan kembali disemai oleh Magnum dan KONI. Sebuah permainan sumbangan berhadiah yang menuai kritik jauh sebelum dijalankan.

    Sudrajat



    Proses Lotere itu...

    Proposal 15 September 2003

    Cara Undian

  • Setiap pembeli karcis masuk dengan kelipatan Rp 2.500 berhak mendapatkan satu undian.
  • Pembeli karcis dapat memilih nomor seri karcis yang tercetak melalui sistem elektronik.
  • Pengundian nomor seri karcis dilakukan sepekan sekali atau sesuai dengan jadwal pertandingan.
  • Tiket bernomor seri sama dengan hasil undian menjadi pemenang.

    Tempat Penjualan Tiket

    Counter atau tempat yang telah ditunjuk oleh penyelenggara melalui sistem elektronik penjualan karcis di seluruh Indonesia.

    Hadiah

    Hadiah I: 100 TV 29 inci dan pemutar DVD seharga @ Rp 6 juta

    Hadiah II: 100 TV 21 inci seharga @ Rp 2.500.000

    Hadiah III: 100 lemari es seharga @ Rp 1.500.000

    Hadiah IV: 100 tabungan seharga @ Rp 500 ribu

    Hadiah V: 3.000 pemenang uang tunai @ Rp 150 ribu

    Proposal 20 Oktober 2003

    Cara Undian

  • Peserta: penonton di tempat-tempat pertandingan.
  • Setiap karcis masuk yang dibeli akan mendapatkan satu nomor undian gratis yang tercatat secara online.
  • Jumlah nomor undian ditentukan berdasarkan banyaknya menonton di tempat yang telah ditentukan pada satu periode.
  • Tiket bernomor seri sama dengan hasil undian pada setiap penarikan undian secara online menjadi pemenang.

    Tempat Penjualan Tiket

    Loket-loket penjualan, tempat pertandingan, pusat perbelanjaan, dan tempat lain di seluruh Indonesia.

    Hadiah

  • Hadiah I: 100 TV 29 inci dan pemutar DVD seharga @ Rp 4.375.000
  • Hadiah II: 100 TV 21 inci seharga @ Rp 1.875.000
  • Hadiah III: 200 lemari es seharga @ Rp 1.250.000
  • Hadiah IV: 750 tabungan @ Rp 500 ribu
  • Hadiah V: 2.000 pemenang uang tunai @ Rp 125 ribu

    Hadiah Hiburan

  • Hadiah I: 200 pemenang untuk 3 angka berurutan benar dari belakang mendapatkan hadiah @ Rp 1.500.000
  • Hadiah II: 1.000 pemenang untuk 2 angka berurutan benar dari belakang mendapatkan hadiah @ Rp 200.000

    ? Tiket dijual di seluruh Indonesia, tapi pertandingan olahraga hanya ada di kota tertentu. Pembeli bisa membeli kupon tanpa harus menonton pertandingan.

    Proposal 29 Oktober 2003

    Disetujui Menteri Sosial pada 16 Desember 2003

    Cara Undian

  • Peserta: mereka yang menonton pertandingan di tempat-tempat pertandingan, dengan lebih dulu membeli karcis.
  • Setiap karcis masuk akan mendapatkan satu nomor undian gratis yang tercatat melalui sistem komputer online.
  • Jumlah nomor undian ditentukan berdasarkan banyaknya menonton di tempat-tempat yang telah ditentukan pada satu periode.
  • Pemenang: mereka yang nomornya keluar pada setiap penarikan undian melalui sistem komputer online.

    Tempat Penjualan Tiket

    Loket-loket penjualan, tempat pertandingan, pusat perbelanjaan, dan tempat lain di seluruh Indonesia.

    Hadiah

    Hadiah I: 100 TV 29 inci dan pemutar DVD seharga @ Rp 7.500.000

    Hadiah II: 100 TV 21 inci seharga @ Rp 3.000.000

    Hadiah III: 200 lemari es seharga @ Rp 1.500.000

    Hadiah IV: 750 tabungan @ Rp 600.000

    Hadiah V: 2.000 pemenang uang tunai @ Rp 180.000

    Hadiah Hiburan

    Hadiah I: 200 pemenang uang tunai @ Rp 1.500.000

    Hadiah II: 1.000 pemenang uang tunai @ Rp 200.000

    Kejanggalan

  • Tiket dijual di seluruh Indonesia, tapi pertandingan olahraga hanya ada di kota tertentu. Pembeli bisa membeli kupon tanpa harus menonton pertandingan.
  • Pembeli tiket tidak harus datang ke lokasi pertandingan karena pengundian dilakukan di Jakarta.
  • Kapasitas tempat pertandingan terbatas, tapi target penarikan dana masyarakat hingga miliaran rupiah per bulan.

    Apa yang Ditebak

    Sama seperti permainan empat angka yang sukses di Malaysia, undian versi Indonesia menggunakan sistem angka yang diubah menjadi huruf.

    Digit Diubah dengan Tanda

    0 Archery (Panahan)....A

    1 Badminton....B

    2 Catur....C

    3 Selam....D

    4 Berkuda....E

    5 Sepak Bola....F

    6 Golf....G

    7 Panjat Tebing....H

    8 Hoki Es....I

    9 Lempar Lembing....J

    • Pemain meramalkan kombinasi empat cabang olahraga, misalnya panahan, catur, selam, dan sepak bola, yang akan dikonversi menjadi ACDF.
    • Kombinasi huruf itu bisa ditujukan untuk dua kategori undian: Home dan Away.
    • Operator menarik undian hingga tiga kali sepekan.
    • Pemain yang tebakannya cocok dengan urutan satu atau lebih susunan abjad hasil undian akan mendapatkan berbagai hadiah.


    Ramalan Home

  • Harga kupon Rp 2.500

    Hadiah I: Kulkas

    Hadiah II: Televisi

    Hadiah III: Mini-Compo

    10 Hadiah Spesial: Rice Cooker

    10 Hadiah Hiburan: Hair Dryer
  • Harga kupon Rp 100.000

    Hadiah I: Toyota Kijang

    Hadiah II: Suzuki Karimun

    Hadiah III: 3 Buah Sepeda Motor

    10 Hadiah Spesial: Komputer

    10 Hadiah Hiburan: AC

    Ramalan Away

  • Harga kupon Rp 2.500

    Hadiah I: Sepeda

    Hadiah II: Kulkas

    Hadiah III: Televisi
  • Harga kupon Rp 100.000

    Hadiah I: Honda Accord

    Hadiah II: Toyota Kijang

    Hadiah III: Suzuki Karimun


    Perjalanan Proposal Magnum

    6 Juni 2003

    Dirut PT Metropolitan Magnum Indonesia (MMI) Yanto Hendrik mengirim surat ke Ketua Umum KONI Agum Gumelar perihal ”Permohonan Kerja Sama Program Kesejahteraan Dana Sosial dan Olahraga”.

    10-11 Agustus 2003

    Wakil Ketua Bidang Perencanaan Anggaran KONI Mayjen Sang Nyoman Suwisma serta Ketua Komisi Industri dan Bisnis Olahraga Andi Gani Nena Wea melakukan studi banding ke Malaysia untuk meninjau Magnum 4D Berhad.

    29 Agustus 2003

    Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Indra Kartasasmita mengirimkan ”Telaah Staf Proposal PT MMI tentang Program Kesejahteraan Sosial dan Olahraga” kepada Ketua Umum KONI.

    14 Oktober 2003

    Ketua Umum KONI mengeluarkan surat persetujuan terhadap ”Kerja Sama Program Kesejahteraan Sosial dan Olahraga”.

    27 Oktober 2003

    KONI meneken kerja sama dengan PT MMI.

    6 Desember 2003

    Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengeluarkan izin penyelenggaraan undian gratis berhadiah kepada PT MMI.

    7 Januari 2004

    PT Magnum Corporation Berhad mengumumkan dalam situsnya soal rencana penyelenggaraan lotere ini. Harga saham mereka melonjak hingga 9,9 persen.

    14 Januari 2004

    Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat, Muhaimin Iskandar, menolak lotere tersebut. Sekjen KONI Djohar Arifin membantah upaya pengumpulan dana itu disebut sebagai lotere.

    15 Januari 2004

    Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah berjanji akan mencabut izin Magnum jika undian olahraga berhadiah itu terbukti merupakan lotere.


  •  
    buatan Radja|endro
    Majalah Tempo
    30/XXXVII/15 - 21 September 2008

     

    Berita lainnya

    Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
    Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
    Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
    Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
    Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
    Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
    Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
    BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
    Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
    Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
    >

    index berita

    buatan danendro | Registrasi | Help | About us
      copyright TEMPO 2003

    Kembali ke atas
    Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
    Majalah | Koran Tempo | Pusat Data