Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXII/19 - 25 Januari 2004
   
Ekonomi dan Bisnis

Aset Bodong untuk BNI

Bagi PT Bank Negara Indonesia Tbk., urusan memburu aset para pembobol brankasnya senilai Rp 1,7 triliun ibarat makan buah simalakama. Untuk keperluan penyidikan, polisi meminta agar semua aset milik pembobol dinyatakan status quo. Sedangkan bagi BNI, semakin lama proses penyidikan, nilai aset akan semakin susut.

Padahal uang tunai yang dapat diambil dari Maria Pauline ”Erry” Lumowa (pemilik Grup Gramarindo) dan kawan-kawannya masih jauh dari mencukupi untuk menutup dana yang mereka bobol dari BNI.

Para pengelola bank pemerintah itu dipastikan makin pusing jika data yang dilansir Indonesia Corruption Watch (ICW) pekan lalu benar. Lembaga pimpinan Teten Masduki itu mengatakan bahwa perusahaan Erry yang sudah diserahkan pun diduga merupakan aset bodong alias tak ada nilainya.

Aset yang dimaksud adalah perusahaan penambangan marmer di Kupang yang berada di bawah bendera PT Sagared Team. ICW telah mengirim tim ke Kupang dan hanya menemukan barang-barang rongsokan. Produksinya sama sekali belum berjalan. ”Bahkan lahan pertambangan itu pun masih dalam sengketa dan belum memiliki izin,” ujar Teten.

Jika data Teten itu benar, ini tentu semakin membuat BNI ketar-ketir. Sebab, sebelumnya, Erry sempat mengklaim bahwa aset pabrik marmernya itu US$ 700 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun.

Apa tanggapan Erry? Dia tetap yakin perusahaannya sangat berharga. Hebatnya lagi, buron polisi yang bersembunyi di Singapura itu mengancam akan menggugat ICW.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data