|
PRIIIT.....! Peluit polisi ini biasanya berbunyi saat pengendara mobil atau motor melanggar aturan, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan surat-surat. Tapi, yang terjadi di Kediri, Jawa Timur, setelah bunyi prit, polisi melanjutkannya dengan bak-buk, bunyi pukulan.
Ketika itu, Selasa sore pekan lalu, satuan dari Polres Kediri merazia kendaraan di Desa Kemira-han, dan ada pengendara yang menghindar dengan membalapkan sepeda motornya melewati petugas. Sial buatnya, polisi berhasil mengejar dan menyeretnya kembali ke lokasi. Inspektur Dua Polisi Bagus Setiawan, komandan operasi yang marah karena usaha melarikan diri itu, lalu menghadiahi si pengendara dengan sejumlah pukulan.
Melihat tindakan itu, seorang pengendara lain yang sedang dirazia mencoba mengingatkan, tapi jotosan malah beralih ke sang penegur. Kali ini polisi pemberang itu giliran kena batunya. Tantowi Jauhari, penegur itu, ternyata wartawan yang melek hukum. Ketika menyadari itu, Bagus sempat minta maaf dan mengajak korban ke rumah sakit untuk mengobati mata kanan Tantowi yang bengkak dan hidungnya yang berdarah. Tapi reporter radio Andika FM itu tetap melaporkan kejadian tersebut ke sejumlah organisasi wartawan, yang kemudian mengajukan pernyataan protes kepada Kapolres Kediri, Ajun Komisaris Besar Polisi Jodie Rooseto.
"Saya sangat menyesalkan kejadian tersebut," ujar Kapolres. Bagus sendiri kini harus merenungi tindakannya di sel Mapolres Kediri sambil menunggu proses hukum lanjutan dari kasusnya.
Zed Abidien, Prasidono L., dan Tempo News Room
|