|
Penurunan produksi ladang gas Arun yang dikelola oleh ExxonMobil mengakibatkan pemerintah terpaksa mengimpor dua kargo gas alam cair untuk memenuhi kontrak ekspor ke Jepang dan Korea Selatan.
Ladang gas yang semakin menua adalah penyebab menurunnya produksi. Bahkan, sejak Agustus tahun lalu, pasokan gas ke pabrik pupuk pun sudah tersendat-sendat. Akibatnya, selama November dan Desember tahun lalu, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT ASEAN Aceh Fertilizer menderita kerugian kira-kira Rp 42 miliar.
Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas, Kardaya Warnika, menjelaskan bahwa impor merupakan solusi jangka pendek karena usul penundaan pengiriman gas ditolak oleh pembeli. Dengan impor tersebut, produksi gas dari Arun bisa dipasok ke pabrik-pabrik pupuk agar bisa beroperasi kembali.
Kini pemerintah pun sibuk melobi kiri-kanan memantau negara produsen yang memiliki kapasitas gas alam berlebih. Mereka yang diincar adalah Qatar, Malaysia, dan Nigeria.
|