|
Tahun baru rupanya membawa hoki bagi Bursa Efek Jakarta (BEJ). Pasalnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi setelah krisis enam tahun lalu.
Pada penutupan sesi perdagangan pertama pekan lalu (Senin, 5 Januari), IHSG melonjak hampir tiga persen (20,9 poin) mencapai 725,472.
Level tersebut memang belum melewati 740,83, yang pernah tercapai pada 8 Juli 1997. Namun posisi itu akhirnya bisa terlampaui pada Jumat pekan lalu ketika indeks meroket mencapai 753,692.
Haryajid Ramelan, Kepala Riset PT Rifan Financindo Sekuritas, menduga bergairahnya bursa saham ini hanya akan bertahan seumur jagung. Sebab, setiap awal tahun indeks harga saham biasanya memang melambung karena investor meningkatkan portofolio sahamnya. Gejala ini lazim dikenal sebagai "efek Januari". n
|