|
Kisah Hutan yang Dikhianati
Ladia Galaska, ruas jalan sepanjang 500 kilometer yang menghubungkan Lautan Hindia, Gayo, Alas, dan Selat Malaka, terus jadi kontroversi.
Kalangan pencinta lingkungan berpendapat pembangunan jalan itu akan merusak hutan Leuser—kawasan ekosistem yang terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara—yang dilewati ruas tersebut. Jika proyek raksasa itu diteruskan, sebagian besar dari 2,6 juta hektare rimba perawan akan hancur. Padahal di sanalah hidup 4.500 jenis tanaman tropis serta ratusan mamalia, reptil, dan serangga. Tak cuma itu, bencana banjir bandang dan tanah longsor juga siap menghadang.
Pemerintah Daerah Aceh disokong Kementerian Permukiman dan Prasarana Wilayah bersikeras meneruskan proyek itu. Kata mereka, jalan tembus itu akan membuka isolasi warga sekitar.
Awal November lalu, wartawan TEMPO menapaki sebagian ruas Ladia Galaska dan menyaksikan betapa kerusakan lingkungan sesungguhnya telah terjadi di sana. Rimba yang kehilangan pohon-pohon. Pohon yang ditinggalkan daun-daun. Paru-paru bumi yang dikhianati dan tak kuasa lagi berjaga untuk melindungi anak-cucu kita.
|
|
Bau Pinus di Hutan Leuser
Gajah, harimau Sumatera, badak, beruang madu, orangutan, dan Rafflesia arnoldi akan menjadi cerita masa lalu jika rencana Ladia Galaska tetap dilanjutkan.
|