|
Selalu ada hikmah di balik bencana. Kata-kata yang sering disampaikan sebagai petuah itu agaknya cocok dalam kasus merebaknya serangan virus bovine spongiform encephalopathy (BSE) atau penyakit sapi gila di Amerika Serikat pekan-pekan ini.
Sementara para peternak Amerika gigit jari akibat serangan penyakit itu, para perternak di dalam negeri justru melihat peluang bisnis yang semakin terbuka lebar.
Dengan tujuan melindungi sumber daya hayati nasional dan mencegah masuknya penyakit itu ke Tanah Air, pekan lalu Menteri Pertanian Bungaran Saragih mengeluarkan keputusan penghentian sementara masuknya daging dan produk sapi lainnya dari Amerika. Itu berarti ada kebutuhan sebanyak 6.500 ton per tahun daging di pasar kita yang kehilangan pasokan.
Jumlah tersebut memang hanya kurang dari 4 persen dari total impor per tahun, yang sebagian besar didatangkan dari Selandia Baru dan Australia. Namun, menurut Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Nurindro Trikesowo, peluang itu tetap bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak peran peternak lokal dalam berbagi pasar domestik.
Y. Tomi Aryanto
|