|
|
| |
Edisi. 44/XXXII/29 Desember - 04 Januari 2004
|
|
Berjuang Membela Nama Beken
Dua lusin partai politik akan bertanding dalam Pemilu 2004. Sebagian besar di antaranya adalah partai baru yang belum punya pengalaman mengikuti pesta demokrasi itu. Target mereka dua: mengisi kursi parlemen dan mencari tiket untuk bisa mengusung jago mereka ke kancah pemilihan presiden. Nama-nama beken pun diusung. Ada Susilo Bambang Yudhoyono (Partai Demokrat), ekonom Sjahrir (Partai Perhimpunan Indonesia Baru), Siti Hardijanti Rukmana (Partai Karya Peduli Bangsa), dan sejumlah calon lain. Duit memang bisa dicari, tapi bisakah mereka menyaingi para calon "kakap"—misalnya Megawati, Amien Rais, Hamzah Haz—yang partainya lebih dulu ada dan lebih punya pengalaman mengikuti pemilu?
|
|
Dengan Video Mengusung Pak Jenderal
Selain getol menggandeng pengusaha kakap, Partai Demokrat, yang mengusung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden, juga gencar berkampanye lewat cakram video.
|
|
Partai 'Kecil' untuk Bung Besar
Sjahrir dan partainya berkampanye lewat buku dan diskusi. Mereka berusaha menggaet anggota partai lain yang gagal verifikasi.
|
|
Kandidat 'RI-1' Setengah Hati
Disebut-sebut sebagai kandidat "RI-1" dari Partai PDK, Ryaas Rasyid masih malu-malu. Peluangnya?
|
|
Partai Rindu Soeharto
Menjual mimpi tentang zaman keemasan Orde Baru, partai ini mengusung Siti Hardijanti Rukmana sebagai calon presiden. Mampukah mereka merebut hati pemilih?
|
|
Jangan Mimpi Jadi Presiden
Daripada mengelus jago untuk calon presiden, partai-partai kecil lebih terfokus membangun jaringan di daerah.
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|