Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 44/XXXII/29 Desember - 04 Januari 2004
   
Album

Bambang Harsrinuksmo, 60 tahun

Pecinta keris yang telah melahirkan banyak buku tentang keris dan wayang, R. Bambang Harsrinuksmo, meninggal dunia pada Kamis dua pekan lalu di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Ayah dua anak dari seorang istri ini tak henti-hentinya gering sejak sakit keras dan harus dirawat dua bulan di rumah sakit pada 1996.

Lahir pada 5 September 1943 di Manis Renggo, Klaten, Jawa Tengah, Bambang tumbuh di lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi budaya Jawa. Minatnya pada keris muncul sejak ia berusia delapan tahun, ketika tinggal bersama kakeknya, R. Pringgohardjo. Perhatiannya terhadap budaya Jawa kian berkembang saat bekerja di harian Berita Indonesia sebagai wartawan (sejak awal 1960-an). Minat itu bertambah kuat sewaktu oleh pimpinan surat kabar mingguan Buana Minggu, Winoto Parartho, ia diminta menyelenggarakan perhelatan siraman massal tosan dan bursa keris di Jakarta. Ia lalu intensif mempelajari ilmu perkerisan, antara lain dari Haryono Guritno, budayawan ahli keris yang tinggal di Jakarta.

Berbekal ilmu yang diperolehnya, ia aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan keris. Ia memutuskan untuk hidup dari menulis buku, khususnya yang berkaitan dengan keris dan budaya Jawa, setelah pensiun sebagai wartawan. Belasan judul buku sudah dihasilkannya. Yang monumental adalah Ensiklopedia Budaya Nasional, tentang keris dan senjata tradisional lainnya, Ensiklopedia Wayang Indonesia, dan Ensiklopedia Keris. Bersama be- berapa pecinta keris, ia juga membangun dan mengelola situs Javakeris.com.



"Polisi jangan banyak nahan-nahan oranglah."
-- Ridwan, karyawan sebuah perusahaan di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Selasa pekan lalu, berkaitan dengan perpanjangan masa larangan bagi kendaraan berpenumpang kurang dari tiga orang yang melewati jalur Jalan Sudirman hingga Kota.

"Saya telah meninggalkan harta untuk presdir berikutnya, apa kurang cantik?"
-- Eva Riyanti Hutapea, Jumat dua pekan lalu, tentang keadaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk., yang telah memiliki harta kekayaan Rp 1,4 triliun.



Tempo Doeloe

29 Desember 1848

Presiden Amerika Serikat James Polk menyalakan lampu gas pertama di Gedung Putih.

29 Desember 1890

Pasukan Kavaleri Ketujuh Amerika Serikat membantai 200 orang suku Indian di Wounded Knee Creek, Dakota Selatan.

30 Desember 1922

Negara Republik Sosialis Uni Soviet (USSR) berdiri dengan anggota Rusia, Belarusia, Ukraina, dan Federasi Transkaukasia.

30 Desember 1927

Jaringan kereta bawah tanah pertama dibangun di Tokyo, Jepang.

31 Desember 1687

Kaum Huguenot pertama berlayar dari Prancis menju Tanjung Harapan (Cape of Good Hope).

31 Desember 1879

Thomas Alva Edison memamerkan lampu pijar di jalanan Menlo Park, New Jersey, AS.

1 Januari 1781

Lord Cornwallis menyerah kepada Jenderal Washington di Yorktown, Virginia, menandai berakhirnya perang kemerdekaan Amerika.

1 Januari 1999

Sebelas negara Eropa mengadopsi mata uang euro, yaitu Austria, Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Spanyol.

2 Januari 1965

Indonesia menarik diri dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

2 Januari 1995

Galaksi terjauh berjarak 15 miliar tahun cahaya ditemukan ilmuwan University of California.

3 Januari 1925

Di Italia, Mussolini mengumumkan berdirinya pemerintahan diktator.

3 Januari 1993

Presiden AS George Bush dan Presiden Rusia Boris Yeltsin menandatangani perjanjian kedua pengurangan senjata strategis di Moskow.

4 Januari 1885

Operasi usus buntu per-tama berakhir sukses di Iowa, Amerika Serikat.

4 Januari 1991

Dewan Keamanan PBB mengecam ulah pasukan Israel di wilayah pendudukan Palestina.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data