Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 43/XXXII/22 - 28 Desember 2003
   
Selingan

Statistik Pahlawan Devisa

Mestinya, tenaga kerja Indonesia di luar negeri adalah pahlawan devisa bagi Republik. Setiap tahun jumlah devisa yang mengalir dari pelbagai negeri berkat keringat para tenaga kerja Indonesia (TKI) meningkat jumlahnya. Tapi, perhatian pada mereka amat minim. Banyak di antara mereka yang mati, disiksa, atau hilang tak terurus. Para TKI kini mirip pahlawan yang mati di medan perang. Nasib mereka kini kurang-lebih tak berbeda: menjadi statistik, dilupakan, dan tanpa tanda jasa.

Setiyardi




TKI yang Hilang
PenempatanNamaAsalKeterangan
Arab SaudiMun binti MenreDesa Pungkit, Lape Lopok, SumbawaHilang kontak sejak keberangkatan pada 1 Oktober 2000.
Kurnia binti AsikinDesa Serang Kulon, Babakan, CirebonHilang kontak sejak berangkat 4 Juni 1997. Kasusnya sudah tiga kali dilaporkan ke KBRI Riyadh.
Tari binti EmonDesa Gembongan Mekar, Babakan, CirebonHilang kontak sejak berangkat 4 Juni 1997. Sudah ada kejelasan posisi ”korban”. Tapi gaji tak pernah dibayar.
Warnengsih binti TarkimDesa Serang Wetan, Babakan, CirebonBerangkat tahun 1996. Sejak 1997 hilang kontak sama sekali. Pihak PJTKI lepas tangan.
Masnah binti H. SalewangBrang Biji, Sumbawa BesarHilang kotak sejak berangkat pada Mei 2001. PJTKI tak bertanggung jawab.
Murni binti NursalehDesa Babakan Gebang, Babakan, CirebonSudah lebih dari setahun tak ada kabar berita.
Jaeni binti DiryaDesa Hulu Banteng, Ciledug, CirebonTak diketahui keberadaannya sejak November 1991. Tidak ada tanggung jawab dari pihak PJTKI.
SukeniBalongan Sliyeg, Indramayu, Jawa-BaratBerangkat tahun 1991. Sejak 1998 tak ada kabar berita.
Masturi binti SirajudinDesa Plampang, Sumbawa, NTBSejak berangkat pada tahun 1994, tak diketahui rimbanya. Tak pernah melakukan komunikasi.
SingapuraSriyati binti Ahmad HidayatDesa Manggari, Lebakwangi, Jawa-BaratHilang kontak sejak 15 Mei 2001. Tak ada perkembangan kasus ini.
MalaysiaLisnawatiBabakan Gebang, Babakan, CirebonHilang kontak sejak berangkat pada Oktober 2000. Tak ada respons dari PJTKI.
Nur Hayati binti ZainBatu Tering, Moyohulu, SumbawaSudah 4 tahun, 4 bulan, tak diketahui rimbanya. Tak ada perkembangan kasusnya.
Sumber: Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia

Meregang Nyawa di Negeri Orang
NegaraJumlahKeterangan
Malaysia57Januari-Juli 2003 tercatat 21 jenazah TKI tak beridentitas yang dikirim ke NTB.
Singapura17Banyak TKW di Singapura yang meninggal karena ”terjatuh” dari gedung bertingkat.
Saudi Arabia8Selain bunuh diri, beberapa kematian tak jelas penyebabnya.
Korea Selatan4Tiga di antaranya tewas karena dibunuh.
Hong Kong1Bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 32.
Taiwan4Meninggal akibat wabah SARS.
Bahrain1Penyebab kematian tak jelas.
Kuwait dan negara Timur Tengah lainnya2Meninggal karena sakit.
Jumlah94 
Sumber: Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia; data hingga September 2003.


TKI yang Meninggal akibat Bunuh Diri dan Terjatuh
NegaraNamaTanggalPenyebab Kematian
MalaysiaMulyanti Damanik asal Kupang1-2-2003Bunuh Diri
Awi Daslim asal Cirebon8-9-2003Jatuh dari lantai 8
Waris Hadiyanto asal Kebumen11-4-2003Jatuh dari lantai 2 di Kuala Lumpur
Eli Supriyanti asal Bandar LampungAgustus 2003Jatuh dari lantai 4
Hong KongSutini asal Magetan31-8-2003Loncat dari lantai 32 sebuah apartemen
Arab SaudiYanah binti Endi Iya asal Karawang9-4-2003Bunuh diri di Riyadh
SingapuraHalimah Rahmat16-1-2003Jatuh dari lantai 14
Yanti Dwi Astuti22-1-2003Jatuh dari lantai 10
Sumiyati29-1-2003Jatuh dari lantai 11
Watiningsih20-2-2003Jatuh dari lantai 12
Tirakat14-3-2003Jatuh dari lantai 10
Sanginah Sansuardi24-3-2003Jatuh dari lantai 16
Dwi Winarti binti Tasimun28-3-2003Jatuh dari lantai 8
Yusnia Farida29-4-2003Jatuh dari lantai tinggi
Diyah Tutur Soleh3-5-2003Jatuh dari lantai 7
Usmatun Hasanah13-5-2003Jatuh dari lantai 10
Ramiantika22-5-2003Jatuh dari lantai 11
Yuni Ekaningtyas25-6-2003Jatuh dari lantai 11
Astutik Kasmaman25-6-2003Jatuh dari lantai 9
Windy27-7-2003Jatuh dari lantai 8
Sumber: Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data