Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 43/XXXII/22 - 28 Desember 2003
   
Inovasi

Tikus Pengendus TBC

Saat ini di dunia tak kurang dari 2,5 juta manusia menanti ajal akibat tuberkulosis (TBC). Untukmendeteksi infeksi TBC, dunia lazim menggunakan metodemikroskopik smear. Tapi kini ilmuwan Belgia yang beradadi Institut Pertanian Sokoine, Apopo, Tanzania, punyacara baru mendeteksi TBC: menggunakan tikus raksasaberkantong (Cricetomys gambianus).

Ide unik itu didasarkan atas keyakinan BartWeetjens, sang ilmuwan, bahwa segala sesuatu mengeluarkanbau. Untuk TBC, bau khas tar merupakan sesuatu yangunik. Kebetulan, sejak 1997, institut pertanian di Apopotelah mengembangkan penciuman tajam tikus besarsub-Sahara itu untuk mendeteksi kandungan mineral dipertambangan.

Weetjens lalu melatih tikus yang bisa tumbuh segedekucing itu untuk membaui bakteri TBC. Hasilnya, dari 30tikus percobaan, mereka mampu mendeteksi 77 persendari 10 ribu sampel ludah. Hebatnya, pasukan tikus raksasaitu sanggup mendeteksi 150 sampel liur dalam waktu hanya30 menit. Padahal, seorang teknisi laboratorium yangterlatih baru sanggup mengidentifikasi 20 sampel dalamsatu hari.

Sukses riset pendahuluan itu membuat Weetjensbertambah semangat. Ia akan memulai riset lanjutanyang komplet mulai tahun depan. Untuk itu Bank Dunia menyokongnyadengan dana US$ 165 ribu. Targetnya, menurut Weetjens,adalah membuat akurasi endusan tikus menjadi 95 persendari akurasi dengan uji smear.

Bayar dengan Gesekan Ponsel

Telepon seluler atau ponsel yang, selain berfungsi untuk berhalo-halo, juga sebagai alat gesekkartu berbagai transaksi pembayaran sudah di depan mata. Palingtidak di Jepang. Di negeri ini, sejak Kamis pekan lalu, ribuanorang punya mainan baru itu. Ponsel pintar tersebut buatandua perusahaan raksasa, NTT DoCoMo dan Sony.

Ponsel dengan kemampuan itu terwujud berkatchip—keping cerdas—yang ditanam di dalamnya. Inisebenarnya aplikasi yang sudah lama dipakai di Jepang dalamurusan gesek-menggesek untuk pelayanan transportasipublik. Teknologi keping cerdasnyasendiri—FeliCa—te-lah dikembangkan olehSony sejak 1988.

Namun untuk pertama kalinya keping cerdas FeliCaditanam dalam ponsel. Kegunaannya tak hanya untuktransaksi jual-beli di gerai-gerai retail. Pembayaran tiketangkutan umum dari bus hingga pesawat bisa jugamelaluinya. Juga membeli karcis bioskop atau tiket konser musik.Pendeknya, tinggal gesek di ponsel. Kemudahan initengah dijajal ribuan karyawan dari 25 perusahaan.Kemampuannya yang lain, tanda bukti transaksipembayaran ngendon dalam memori si keping cerdas.

Semua itu dimungkinkan karena keping cerdasnya mampu menyimpan 2kilobyte informasi. Cukup untuk membuatnya mampumenjalankan beberapa pekerjaan sekaligus, misalnya membacaID card, membeli tiket pesawat, danlogin ke jaringan komputer perusahaan.

Senapan Sudut

Bayangkan ketika seorang tentara tengah berperang dan berlindung di baliktembok. Untuk balas menembak, ia mesti menjulurkan paling tidak tangan dankepalanya untuk membidik. Tindakan ini penuh risiko. Musuh yang tak kelihatan bisade-ngan mudah menembakkan peluru.

Kini sebuah perusahaan pemasok senjata militer di Florida, Amerika Serikat,mengeluaran senapan baru. Diberi nama The Corner Shot, senjata itudibuat untuk menembak dari sudut dengan akurat.

Senapan itu punya dua bagian utama, yakni laras pemuntahpeluru dan bagian belakang berupa pegangan dan tempat menarikpicu. Bedanya dengan senapan konvensional, pada larasnyaterdapat kamera. Dengan kemampuan otofokus danfilter inframerah, kamera ini menggantikan peran matapenembak. Laras berkamera ini bisa dibengkokkan kekiri- kanan dengan sudut 60 derajat. Di bagian teßngahnya—antara laras yang bisabengkok dan pelatuk—terdapat monitor kecilberesolusi tinggi. Monitor ini mencitrakan gambar yang dilihat kamera di ujung laras.

Senapan itu memungkinkan orang menembak dari balik dinding tanpa menjulurkan anggota badan. Laras bengkok tadi juga bisa ditarik hingga lurus layaknya senapan biasa. Tentara Amerika yang menguji senjata itu amat puas dengan akurasi tembakan. Pasukan Israel ikut memborong dan minggu lalu mengujinya di suatu wilayah dekat Tel Aviv. Kabarnya, 15 negara lain juga kepincut dan telah membelinya. n


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
27/XXXVII/25 - 31 Agustus 2008

 

Berita lainnya

Tarif Air PDAM Kabupaten Malang Akan Naik - 28 Ags 2008 | 19:15 WIB
Tjahjo Enggan Komentar Pengungkapan Agus Condro - 28 Ags 2008 | 19:05 WIB
Polisi Tangkap Anggota Geng Motor - 28 Ags 2008 | 18:44 WIB
Gubernur Jawa Barat Protes Gula Rafinasi - 28 Ags 2008 | 18:39 WIB
Banyak Caleg Tak Tahu Daerah Pemilihannya - 28 Ags 2008 | 18:37 WIB
Dibayangi Intervensi BI, Rupiah Aman - 28 Ags 2008 | 18:36 WIB
Anggota DPRD Pandeglang Mengaku Terima Suap - 28 Ags 2008 | 18:35 WIB
Saham Komoditas Kembali Angkat Indeks - 28 Ags 2008 | 18:18 WIB
Agus Condro Akan Protes Jika Ditarik - 28 Ags 2008 | 18:14 WIB
Berkas Kasus Susan Sudah Rampung - 28 Ags 2008 | 18:12 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data