Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 42/XXXII/15 - 21 Desember 2003
   
Kesehatan

Tips Kesehatan

Mitos Suplemen Awet Muda



Telah lama ahli kesehatan mengidentifikasi hormon pertumbuhan (hGH) pada manusia. Ini adalah hormon yang merangsang sel terus memperbarui diri, yang menjadikan sel dalam tubuh meremaja terus. Dengan kata lain, ini hormon pencegah penuaan alias hormon awet muda.

Seiring dengan bertambahnya usia, kadar hGH mengalami penurunan. Akibatnya, penuaan pun terjadi. Maka, mendorong kadar hGH dalam tubuh diharapkan mampu memperlambat proses penuaan. Hal ini kemudian mendorong hadirnya suplemen yang mengklaim mengandung hGH. Suplemen model begini diiklankan dapat merangsang peningkatan kadar hGH tubuh.

Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr. Tod Cooperman dari ConsumerLab.com, suplemen hGH yang beredar di pasaran—terutama dalam bentuk pil ataupun cairan yang disemprotkan di mulut atau hidung—mengandung teramat sedikit hGH. Terlalu sedikit untuk bisa diserap tubuh, hingga tak punya daya yang signifikan untuk merangsang peningkatan hGH dalam tubuh.

Cooperman menjelaskan, hGH merupakan molekul yang kompleks dan akan cepat terurai dalam tubuh. Maka, mengkonsumsi suplemen model begini—dengan cara apa pun—sudah bukan lagi hGH karena cepatnya proses penguraian.

Obat Trombofilia Ibu Hamil

Perempuan yang memiliki kelainan bawaan akibat trombofilia—kelainan pembekuan darah—kerap tak bisa mempertahankan kehamilannya. Trombofilia merupakan istilah bagi jenis-jenis ketidaknormalan yang membuat darah lebih senang menggumpal. Sesuatu yang menjadi penyebab utama wanita hamil menjadi sakit dan mengakibatkan kematian janin.

Dr. Benjamin Brenner bersama tim dari Rambam Medical Center di Haifa, Israel, melakukan percobaan terhadap 183 perempuan hamil yang memiliki—paling tidak—tiga kelainan bawaan penyebab trombofilia. Para ibu hamil itu diberi enoxaparin dengan dosis 40 dan 80 miligram per hari.

Hasil percobaan dengan dua dosis berbeda itu menunjukkan peningkatan angka kelahiran hidup yang signifikan, juga penurunan komplikasi selama kehamilan. Dengan dosis 40 miligram, angka kelahiran hidup mencapai 81 persen—bandingkan dengan catatan sebelumnya yang hanya mencapai 28 persen—dan untuk dosis 80 miligram tingkat hidupnya mencapai 76 persen.

Berat rata-rata bayi yang dilahirkan juga cukup bagus, yakni pada kisaran normal 3 kilogram, dan lebih dari 90 persen bayi lahir pada waktunya. Ibu-ibu hamil itu juga mengalami penurunan preeklamsi. Mereka juga mengalami lebih sedikit ketidaknormalan plasenta.

Olahraga Mencegah Osteoporosis

Perempuan yang berolahraga rutin sejak umur 10 tahun mampu meningkatkan massa tulang dan menunda pengeroposan tulang—osteoporosis. Kesimpulan ini muncul setelah dua tahun penelitian terhadap 34 wanita yang berolahraga rutin selama sekolah. Mereka dibandingkan dengan 46 perempuan lain yang tidak melakukan gerak badan serupa.

Olahraga yang dilakukan berupa melompat dan berlari. Mereka yang berolahraga tiga kali seminggu selama periode sekolah memiliki lima persen mineral tulang yang lebih baik. Studi terhadap gerak badan yang aman, efektif, mudah, dan murah ini dilaku-kan Universitas British Columbia dan Rumah Sakit Anak British Columbia.

Menurut Heather McKay, salah satu peneliti, olahraga itu diketahui merupakan stimulan bagi pertumbuhan rangka. "Bahkan bayi yang menendang-nendang udara pun kerap memiliki tulang yang lebih kukuh," katanya. n

Penyebab Sindrom Kelas Ekonomi

Sebuah laporan dari Universitas Milano, Italia, menyimpulkan bahwa secara umum perjalanan udara merupakan faktor menengah bagi tromboembolisme di vena. Ini adalah pembekuan darah dalam pembuluh vena yang bisa mengakibatkan penyumbatan.

Sejauh ini kasus semacam itu kerap muncul pada mereka yang melakukan penerbangan kelas ekonomi. Tim di Universitas Milano menyebutkan, faktor ini menjadi semakin berbahaya pada mereka yang mengalami predisposisi genetik. Juga mereka yang baru menjalani operasi, serta perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral.

Peneliti dari Italia itu memperlihatkan bahwa risiko ini bagi ketiganya dan mereka yang baru terbang sebulan lalu 16 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tak punya ketiga faktor itu. Khusus perempuan yang baru terbang sebulan lalu dan menggunakan kontrasepsi oral, risikonya 13 kali lebih tinggi.

Ada faktor risiko lain yang diungkap sebuah studi di Universitas Dresden, Jerman. Mereka meneliti 964 penumpang pesawat yang menempuh perjalanan lebih dari delapan jam dan membandingkannya dengan mereka yang tidak terbang. Hasilnya, sindrom kelas ekonomi ditemukan pada 27 orang (2,8 persen) dari mereka yang terbang dan 12 kasus (1 persen) pada mereka yang tidak terbang. n


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data