Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 42/XXXII/15 - 21 Desember 2003
   
Inovasi

Membekukan Cahaya

Cahaya normal berjalan dalam kecepatan 299 kilometer tiap detik. Kendati begitu, kecepatannyaakan berkurang manakala melalui materi tertentu. Baru-baruini ahli fisika di Universitas Harvard sukses menghentikanlaju cahaya dan membuatnya terdiam selama 10-20mikrodetik.

Caranya, tim peneliti yang terdiri atas MikhailLukin, Michal Bajcsy, dan Alexander Zibrov menembakkancahaya yang disebut sinar sinyal melewati silinder kacaberisolasi yang mengandung gas panas dari atom-atomrubidium. Cahaya terang yang disebut sinar kontrol menerangiproses itu. Ketika cahaya melintasi gas rubidium, sinarkontrol dimatikan sehingga tercetak bayangan holografiksinar sinyal pada atom-atom rubidium. Cara ini suksesmemerangkap gelombang cahaya, yang dikenal sebagaifoton, dalam keadaan diam. Foton terperangkap, membekuselama 10-20 mikrodetik.

Temuan itu, menurut Baj- csy, membawa harapanbaru dalam aplikasi ilmu quantum, terutama untukpenggunaan dalam komputer quantum. Soalnya, menurut Bajcsy,dalam komputer quantum, transfer data dan informasidilakukan dari foton ke foton. Untuk bisa melakukan halini, foton harus dibuat agar bisa berinteraksi dengan hallain—misalnya, harus bisa dikontrol—sebagaimanadilakukan dalam percobaan yang dilakukannya.

Pendapat itu dibenarkan Profesor M. SuhailZubairy dari Universitas Texas A&M. Menurut Zubairy, temuanTim Harvard membawa lompatan berarti kemunculan eraquantum komputer dan quantum kriptografi.

Sperma dari Sel Tunas

Bagi sebagian orang, keinginan untuk punya keturunan kerap terhalang olehketidakberdayaan pria memproduksi sperma. Untuk mengatasi persoalanini, donor sperma biasanya jadi pilihan. Kini, penelitianmutakhir dari Whitehead Institute for BiomedicalResearch di Cambridge, bekerja sama dengan rumah sakit diUniversitas Boston dan Universitas Harvard, memberiharapan baru. Mereka berhasil membuat sperma darisel tunas.

Mula-mula tim peneliti memanen sel tunas dari janintikus. Selama ini janin memang primadona pemetikan seltunas. Sel tunas sendiri merupakan sel dasar yang bisaberubah menjadi jaringan apa saja, pembentuk tubuhindividu. Beberapa ilmuwan berteori, ada sel tunas tertentu yangsecara spesifik akan berubah menjadi sperma. Untukitu, tim peneliti menyisir sel tunas yang tepat yangmembawa kode sel sperma. Setelah ditemukan, sel itu diisolasidan hasilnya terbentuklah sel sperma di cawan petri.

Sperma buatan ini dicobakan kemampuannya dalam membuahi sel telur tikus.Hasilnya, pembuahan terjadi dan embrio tikus punterbentuk. Sejauh ini, percobaan baru berhasil menghasilkanembrio, belum bisa menjadi individu tikus baru.

Sebagian ilmuwan menduga hal itu karena selsperma buatan dari sel tunas tidak membawa seluruhinformasi yang bisa terdapat dalam sperma normal. MenurutProfesor Azim Surani dari Universitas Cambridge,"Tanpa informasi yang lengkap, fungsi sel sperma yangdihasilkan tak akan normal." Itu sebabnya ia menyebut temuanini masih teramat jauh untuk bisa diaplikasi pada manusia.

Pakan Ternak dari Limbah

Sampah tak harus bikin pusing. Asal kreatif, ia bisa mendatangkan keuntungan. Hal ini dibuktikan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Malang, Jawa Timur. Ir. Rully Hardianto bersamatimnya berhasil mendaur ulang sampah organik menjadipakan ternak ruminansia seperti domba, sapi, dankuda. Sampah-sampah organiknya sendiri berasal darilimbah pertanian seperti bungkil kedele, jerami, bonggoljagung, dan lainnya.

Cara membuatnya pun mudah. Bahan-bahandipotong, dikeringkan, digiling, lalu ditambahi bahan dengannilai nutrisi tinggi. Hasilnya, menurut Rully kepada AbdiPurmono dari TEMPO, pakan ini sukses diujicobakanpada beberapa hewan ternak ruminansia. Iamencontohkannya pada penggemukan sapi.

Bobot sapi potong yang mengkonsumsi pakan buatan itu naik 0,8 sampai 1 kilogram per hari. Sedangkan bobot sapi pemakan rumput hanya bertambah 0,2 hingga 0,3 kilogram per hari. Kalau dikombinasi antara rumput dan pakan buatan itu, dalam sehari bobot sapi bertambah 0,6 sampai 0,7 kilogram. Rahasianya, pakan yang dihasilkan berbentuk konsentrat sehingga memudahkan penyerapan oleh usus.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data