Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 41/XXXII/08 - 14 Desember 2003
   
Teknologi Informasi

Satelit Penjejak Mobil Polisi

Mobil patroli polisi dapat dilacak dari komputer di pusat komando operasi. Cepat sampai ke tempat kejadian perkara.

Suara perempuan terdengar di ujung telepon. "Metro, selamat siang. Ada yang ingin Anda laporkan?" Begitulah sapaan operator jika menghubungi nomor telepon 112, Suara Metro-911 Emergency Assistant. Ini sebuah layanan pengaduan masyarakat yang diprakarsai Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Melalui 112, warga dapat melaporkan kejadian darurat yang membutuhkan bantuan segera dari aparat kepolisian, pemadam kebakaran, atau rumah sakit.

Seperti kejadian ledakan bom di muka lobi Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 5 Agustus silam, kurang dari sepuluh menit berdatanganlah mobil patroli polisi, mobil pemadam kebakaran, dan ambulans yang terdekat dengan lokasi. Itu berkat laporan warga yang menelepon 911 Emergency Assistant di gedung Pusat Komando Pengendalian Operasional Polda Metro Jaya di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

Cepatnya respons atas pengaduan warga tak lepas dari keandalan sistem yang dimiliki Polda Metro Jaya yang disebut Sistem Pelacakan Lokasi Kendaraan Otomatis (AVLS). Dengan sistem ini, sebuah laporan atau pengaduan yang masuk ke Pusat Komando diteruskan ke Markas Kepolisian Resort (Polres) tempat kejadian itu berlangsung. Di Polres, terdapat subsistem unit pangkalan berupa komputer, yang dapat melacak keberadaan semua mobil patroli polisi yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Jakarta, lengkap dengan koordinat geografis lintang dan bujurnya. Tak hanya itu, unit pangkalan juga dapat memanggil dan memerintahkan satu unit mobil patroli supaya meluncur ke tempat kejadian perkara.

AVLS memanfaatkan konstelasi satelit "sistem penentu posisi global" (GPS), yang mengitari bumi di ketinggian 20 ribu kilometer dari permukaan bumi. Ada sekitar 50 satelit yang membentuk konstelasi. Untuk menentukan lokasi suatu obyek, dibutuhkan tiga atau empat satelit saja.

Dalam mengembangkan AVLS, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Laboratorium Instrumentasi dan Kontrol Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) dan beberapa alumninya. Terutama dalam pembuatan subsistem Unit Pengendali Mobil (MCU).

Menurut Andreas Raymon Mudrig dari Tigaresi Bangun Nusa Persada, perusahaan hasil inkubasi Laboratorium Instrumentasi dan Kontrol Teknik Fisika ITB, AVLS terdiri atas peralatan penerima GPS, unit pengendali mobil, modem pangkalan, kanal komunikasi, program komunikasi server, program untuk menampilkan peta dan informasi, serta program pusat komando. "Kami mengembangkan bagian Unit Pengendali Mobil (MCU)," kata Raymon.

Raymon menjelaskan, fungsi alat itu adalah mengambil data—koordinat posisi diri—hasil perhitungan alat penerima sinyal GPS yang ada di sebuah mobil patroli polisi dan mengolahnya untuk dilaporkan secara berkala ke pusat kendali. Laporan dikirim memakai kanal komunikasi yang dalam sistem AVLS ini berupa radio trunking.

Menurut Antonius Aji, konsultan teknologi informasi, radio trunking dipilih karena polisi perlu menerima dan mengirimkan informasi setiap saat sehingga pangkalan dan unit mobil harus terhubung terus-menerus. Dibanding jaringan komunikasi yang lain seperti sistem telepon seluler (GSM) atau sistem satelit, biaya operasional radio trunking relatif lebih murah.

Antonius membandingkan, jika menggunakan pesan singkat (SMS), sekali kirim biayanya Rp 250. Kalau harus mengirim informasi setiap 15 menit, berapa biaya yang harus dikeluarkan. "Itulah sebabnya, jaringan GSM ini hanya cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pemutakhiran data setiap enam jam," ia menjelaskan. Sedangkan jaringan komunikasi satelit memang cukup andal untuk luas wilayah yang dapat ditangani, tapi mahal untuk biaya operasionalnya.

Namun, menurut Raymon, radio trunking pun dapat lebih mahal ketimbang sistem radio konvensional. Secara teknis, radio trunking menggunakan lebih dari satu kanal frekuensi komunikasi ditambah penguat. Karena banyak kanal frekuensi itulah sepasang pengguna radio trunking dapat melakukan komunikasi radio tanpa didengar anggota grup lainnya. Sebab, sebuah kanal pengendali frekuensi menetapkan frekuensi mana yang dipakai sepasang pengguna itu. Sedangkan sistem radio konvensional hanya memerlukan sebuah frekuensi dan beberapa penguat.

Data dari mobil patroli itu diterima modem di pusat komando 911 Emergency Assistant, lalu masuk ke komputer server pengendali. Komputer ini memiliki peranti lunak yang menerjemahkan data-data tersebut menjadi informasi yang dapat dipahami manusia. Selain itu, program ini juga dapat menampilkan pesan singkat yang dikirim mobil patroli dan sebaliknya. Pesan singkat itu dapat menggantikan panggilan berupa suara jika pada saat itu jaringan radio sedang sibuk.

Menurut Raymon, selain fungsi itu, program AVLS dan Fleet Management juga mendukung fitur analisis seperti pengukuran jarak tempuh dari posisi mobil patroli ke tempat kejadian dan penentuan rute paling cepat yang dapat ditempuh.

Tentu saja sistem itu memiliki kelebihan dan kelemahan jika dibandingkan dengan operasi manual. Menurut Raymon, kelebihannya adalah posisi setiap unit mobil patroli dapat dipantau dan transparan; data yang diterima bersifat seketika itu juga (realtime) sehingga memudahkan koordinasi; informasi terekam dalam pangkalan data sehingga dapat dievaluasi kembali; dan sistem itu terkomputerisasi sehingga dapat diintegrasi dengan sistem pengelolaan armada lainnya. Sedangkan kekurangannya, butuh investasi cukup besar terutama untuk infrastruktur komunikasi; butuh sumber daya manusia yang memiliki keahlian memadai; dan persoalan keamanan yang sangat bergantung pada sistem komunikasi yang digunakan.

AVLS telah beroperasi lebih dari setahun. Sistem itu mulai diujicobakan di Polda Metro Jaya pada Juli 2002. Kala itu baru 126 unit mobil patroli dipasangi peralatan GPS. Menurut sumber di 911 Emergency Assistant yang tak bersedia disebut namanya, kini terdapat 500 unit mobil patroli polisi yang telah dilengkapi sistem itu.

Kinerja layanan patut dibanggakan. Dalam hal kecepatan respons, misalnya, hanya berselang 15 menit setelah laporan warga diterima, unit mobil patroli sudah sampai di tempat kejadian perkara. Selain itu, "Kini telah terbentuk komunitas relawan yang secara rutin melaporkan informasi—misalnya kondisi lalu-lintas—kepada Suara Metro," ujar sumber tersebut. Itu sebabnya, ia menambahkan, stasiun radio Suara Metro, yang mengudara pada gelombang FM 91,1 megahertz, itu masuk lima besar survei ACNielsen untuk program radio situasi.

Dody Hidayat



Bagaimana Pelacak Otomatis itu Bekerja

Sistem Pelacak Lokasi Kendaraan Otomatis (AVLS) memungkinkan Pusat Komando Pengendali Operasional Polda Metro Jaya mengetahui posisi pasti armada mobil patrolinya, yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Jakarta. Dengan pengetahuan itu, perintah dapat efektif diberikan dan masyarakat lebih cepat mendapat pelayanan polisi.

Mobil Patroli

Ada 500 mobil patroli di jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya yang dilengkapi peralatan penerima sinyal global positioning system (GPS). Di mobil ini setidaknya terdapat alat penerima GPS, modem radio, dan mikroprosesor yang mengatur pemindahan sinyal GPS ke modem radio, serta saluran komunikasi.


  • Penerima GPS

    Berfungsi menghitung koordinat posisi diri—mobil patroli bersangkutan—berdasarkan sinyal dari satelit GPS. Sebuah obyek memerlukan tiga sampai empat satelit GPS agar dapat diketahui posisi dirinya—koordinat lintang, bujur, dan ketinggian di permukaan.


  • Modem Radio
    Berfungsi menghubungkan peralatan penerima GPS dengan kanal komunikasi. Modem mengubah sinyal suara menjadi sinyal radio untuk dikirim melalui kanal radio trunking.


  • Program AVLS dan Fleet Management
    Data koordinat yang diterima dari mobil patroli dimasukkan ke dalam program peta Jakarta yang ditampilkan di layar komputer. Posisi mobil patroli terlihat sebagai titik. Kecepatan gerak dan arah pergerakan mobil patroli itu pun dapat diketahui. Program ini juga dapat menghitung jarak tempuh mobil patroli itu ke titik lokasi kejadian dan memilih rute jalan yang paling singkat sampai ke tujuan.

    Satelit GPS

    Konstelasi lebih dari 24 satelit yang mengitari bumi pada ketinggian 20 ribu kilometer di atas permukaan bumi. GPS dioperasikan oleh pemerintah Amerika Serikat dan boleh dipergunakan oleh sipil di dunia.


  • Jaringan Radio 'Trunking'
    Biasanya sudah tersedia oleh penyedia jasa.

    Pangkalan
    Di Pusat Komando Pengendalian Operasi Polda Metro Jaya terdapat unit modem radio, komputer server yang menyimpan peranti lunak AVLS dan Fleet Management.


  • Pusat Komando
    Memerintahkan mobil patroli yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian perkara supaya meluncur.


  • Komputer 'Server'
    Mengatur komunikasi antara pangkalan dan unit mobil patroli.


  • Modem Radio
    Seperti juga di mobil patroli, modem berfungsi mengubah kembali sinyal radio menjadi sinyal suara. Modem juga memindahkan data yang diterimanya ke komputer server.


  •  
    buatan Radja|endro
    Majalah Tempo
    28/XXXVII/01 - 7 September 2008

     

    Berita lainnya

    Hasil Penyisihan Piala Dunia Eropa - 07 Sep 2008 | 09:40 WIB
    Makanan Pasar di Balikpapan Memakai Pewarna Tekstil - 07 Sep 2008 | 09:25 WIB
    Danamon Cairkan Rp 3,2 Triliun Kredit Masyarakat Kalimantan - 07 Sep 2008 | 09:14 WIB
    Portugal Optimistis Kalahkan Denmark - 07 Sep 2008 | 09:11 WIB
    Pemerintah AS Ambil Alih Manajemen Fannie Mae dan Freddie Mac - 07 Sep 2008 | 08:52 WIB
    Capello Belum Puas dengan Cole - 07 Sep 2008 | 08:42 WIB
    Daya Beli Petani Nusa Tenggara Barat Anjlok - 07 Sep 2008 | 08:30 WIB
    Paraguay Kokoh di Puncak, Argentina Puas - 07 Sep 2008 | 08:07 WIB
    Gempa 5,3 SR Landa Laut Maluku   - 07 Sep 2008 | 08:05 WIB
    Dua Aksi Massa Berpotensi Macetkan Jalan - 07 Sep 2008 | 07:50 WIB
    >

    index berita

    buatan danendro | Registrasi | Help | About us
      copyright TEMPO 2003

    Kembali ke atas
    Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
    Majalah | Koran Tempo | Pusat Data