|
T ommy Pratama, 34 tahun, tak bisa menyembunyikan wajah keruhnya sepekan terakhir ini. Promotor yang mengibarkan perusahaan Original Production ini sedang keki berat. Limp Bizkit, band asal Amerika yang didatangkannya, membatalkan konser di Bali pada 5 Desember. Soal batal-batalan ini, Tommy memang sudah kenyang pengalaman. Deep Purple sempat tiga kali batal manggung sebelum akhirnya menggelar konser di Jakarta tahun silam. Begitu pula Yes, band yang paling dinanti pencinta classic rock Tanah Air. "Tapi kali ini lain banget rasanya," kata putra Tato, personel Bharata Band, itu.
Bagi Tommy, rasanya pastilah pahit. "Alasannya mengada-ada," katanya. Fred Durst, vokalis grup band metal itu, tiba-tiba ogah mampir ke Indonesia dengan alasan takut. Padahal, dalam kontrak, pembatalan hanya boleh dilakukan sebulan sebelumnya. Ini menjelang hari-H. "Manajemennya saja angkat tangan dan minta maaf. Kata mereka, 'He is not a normal man'." Tommy, melalui pengacaranya di Amerika Serikat, berencana menuntut Limp Bizkit. "Tapi itu jalan terakhir. Saya kepingin mengusahakan agar mereka menjadwal ulang," ujarnya.
|