|
Kalimat pertama yang meluncur dari Susanto Pudjomartono setelah dilantik sebagai duta besar untuk Rusia adalah "From Russia with love." Memang dia penggemar film-film James Bond. Mantan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post ini dilantik Presiden Megawati Soekarnoputri pada akhir Ramadan lalu. Sebelumnya, santer diberitakan, ia akan menjadi duta besar di Negeri Kanguru. Namun Susanto, yang biasa dipanggil Mas Santo, akhirnya mendarat di Rusia. "Justru lebih menarik. Ada kemiripin dengan Indonesia," ujarnya.
Dia mengaku menerima jabatan diplomatik itu karena didorong teman-temannya. "Mereka bilang ingin datang ke Moskow," kata Mas Santo. Selain itu, sang kakak mendukungnya, bahkan sejak mahasiswa. "Milih HI (hubungan internasional) saja, biar jadi dubes," ujar kakaknya pada 1960-an. Mas Santo akhirnya mendaftar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. Tapi dia hanya betah setahun, lalu pindah ke publisistik. Dan jadilah Mas Santo ini wartawan. Kariernya dimulai dari koresponden Jiji Press, lalu ke Majalah TEMPO, akhirnya "ditugasi" ke The Jakarta Post. Pensiun dari wartawan, baru ia jadi duta besar.
Sayangnya, keberhasilan Mas Santo sebagai duta besar ini tidak dinikmati oleh kakaknya yang mendorongnya itu. Sang kakak memang sempat menghadiri pelantikan Mas Santo, tapi beberapa hari setelah itu jatuh sakit. Dan sekarang, "Dia baru saja pergi," kata Mas Santo, mengabarkan kakaknya itu telah tiada.
|