Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 41/XXXII/08 - 14 Desember 2003
   
Olahraga

Musuh Abadi di ’Grup Neraka’

BOLA undian itu dicabut oleh bintang gaek Portugal, Eusebio. Wah, gawat: Jerman berada satu grup dengan Belanda. RudiVoeller pun tersenyum masam. Pelatih "Tim Panser" Jerman itu pasti merasaia memang ditakdirkan untuk menjadi saksi sekaligus pelakuperseteruan abadi antara Jerman dan Belanda. Voeller menjadi pelaku persaingankeras itu ketika ia menjadi korban "kasus ludah" yang dimuncratkandari mulut Frank Rijkaard, pemain gelandang Belanda, pada Piala Dunia 1990.

Kini, Voeller harus kembali ber- seteru dengan "Tim Oranye" diGrup D, bersama Republik Chek dan Latvia. Belanda kali ini datang tanpaRijkaard—yang pernah sebentar menjadi pelatih negaranya. "Tim Panser"lolos langsung sebagai juara Grup 5. Juara Eropa 1972, 1980, dan 1996 itumenjadi salah satu tim unggulan berkat keberhasilan mereka lolos ke finalPiala Dunia 2002. Sedangkan Belanda, juara 1988, kali initersaruk-saruk. Ruud van Nistelrooy cs baru lolosmelalui babak play-off dengan mengalahkan Skotlandia. Belanda juga taklolos putaran final Piala Dunia 2002.

Namun, Jerman tak memandang sebelah mata pada tim asuhanDick Advocaat itu. Voeller tentu tak akan lupa pengalaman pahit padasemifinal Euro 1988 ketika timnya dihantam Belanda 1-2 di Hamburg. Jermandan Belanda bakal bertemu dalam pertandingan perdana Grup D di Aveiropada 15 Juni 2004. "Tidak ada yang perlu dirayakan. Ini grup keras,"ujar Voeller usai mengikuti undian.

Tak cuma Voeller yang waspada. Advocaat juga mengakui timnyaharus berjuang keras untuk lolos ke perempat final. Ia sadar Jerman adalahtim spesialis turnamen. "Ini grup superkeras. Jerman seringmemenangi turnamen besar," ujarnya.

Voeller tak berani mengumbar sesumbar. Sebab, bukan cumaBelanda yang bakal menjadi penjegal ambisi Jerman. Ada Republik Chek yangsiap menerkam. Juara 1976 ketika masih bergabung dengan Slovakia itusudah membuktikan sebagai "pembunuh raksasa". Pavel Nedved dankawan-kawan lolos langsung sebagai juara Grup 3 dengan menggusurBelanda. Kalau tidak berhati-hati, Jerman bisa kembali terlempar di babakpertama seperti pada Euro 2000 lalu.

Chek lolos dengan rekor nyaris sempurna, tujuh kali menang dansekali imbang. Merekalah tim favorit juara grup ini. Tapi, Nedved tak mautakabur. Belanda tentu akan berusaha membalas kekalahannya di babakpenyisihan. "Ada satu tim yang tak saya inginkan berada di grup ini, yaituBelanda. Mereka pasti ingin balas dendam," kata pemain klub Juventus itu.

Latvia juga tak boleh dianggap remeh. Keberhasilan mereka melumat Turki di babak play-off adalah peringatan buat tiga tim lain yang lebih diunggulkan. Keberhasilan mereka menerobos putaran final ini saja sudah merupakan "alarm" agar musuh-musuhnya tidak memandang sebelah mata.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data