|
|
| |
Edisi. 41/XXXII/08 - 14 Desember 2003
|
|
Bergerak Bersama Dunia Imajinasi Bernama Animasi
Dalam dunia animasi, apa pun menjadi sangat mungkin. Kemajuan teknologi membuat film animasi menjadi lebih sempurna dan luwes dalam bertutur. Studio besar akhirnya lebih suka menjamah teknologi mutakhir. Hasilnya, hampir separuh dunia dikuasai Disney dengan resep yang sama sejak meledaknya Beauty and the Beast: kompugrafik, musik yang menjadi roh film; aneka bintang Hollywood sebagai pengisi suara, dan berbagai merchandise yang ditebarkan melalui kerja sama dengan restoran waralaba terkemuka. Namun, diam-diam, animasi Jepang juga mengintip untuk merebut pesona dunia. Bagaikan angin ribut, semuanya masuk ke negeri ini. Bagaimana pula kiprah film animasi di Indonesia di tengah kemenangan animasi Amerika dan Jepang? Ikuti aktivitas para animator Indonesia yang sudah berkecimpung di belakang layar studio Disney.
|
|
Bertualang di Kota Para Roh
Spirited Away, film animasi Jepang, meraih Academy Award dan melibas film animasi Disney yang selama ini merajai animasi dunia. Kekuatannya, film ini berangkat dari dunia folklor.
|
|
Pergulatan Mencari Karakter
|
|
Hidup di Jalur Idealisme
Industri film animasi Indonesia jalan di tempat. Ada yang bertahan dari sebuah "kamar kos".
|
|
Kuli di Balik Layar Dunia
Sebagian besar penggarapan film animasi impor yang beredar dan digemari bocah di Tanah Air dilakukan di Indonesia. Animator Indonesia kebagian peran tak sepele, yaitu sebagai in-betweener.
|
|
Animasi Indonesia di Tengah Kemegahan Animasi Dunia
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|