|
Bukan main terkejutnya para peneliti di High Energy AcceleratorResearch Organization, Tsukuba, Jepang, menyaksikan temuan terbaru mereka. Dikenal dengan nama meson,partikel subatomik itu mengapung. Dengan berat yang hampirsama dengan atom tunggal helium, umurnya cumasepermiliar dari sepertriliun detik sebelum kemudianberubah menjadi partikel lain yang lebih familiar dan punyawaktu hidup lebih lama.
Biarpun pendek dalam ukuran hidup manusia, usia itu merupakan usia abadi meson dengan ukuran sekecil itu.Sebabnya, partikel-partikel subatomik selalu membentuk grupuntuk menjadi sebuah keluarga sesuai dengan massa,kecepatan, dan energi listrik miliknya.
Meson normal terdiri atas quark dan antiquarkyang diikat oleh colourforce—biasa disebut pula strong force.Nah, jenis-jenis meson yang sudah dikenal luas selalumemperlihatkan kekonsistenan ini. Tapi X(3872)—mesonyang baru ditemukan—tak memenuhi teori itu.Quark dan antiquark-nya tak pernahstabil dan senantiasa berpisah dalam waktu amat pendek.
Temuan X(3872) yang aneh itu mengundang diskusihangat di kalangan fisikawan sejak minggu lalu. "Jikainterpretasi partikel ini benar, ini akan membuka teori barustudi tentang atom," ujar Gerry Bauer dari MassachusettsInstitute of Technology (MIT). Sedangkan kalaudipaksakan menjelaskan fenomena ini melalui teori yang sudahada, maka, "Amat diperlukan kerja keras," kata SteveOlsen dari University of Hawaii.
Virus 100 Persen Buatan
Menciptakan organisme hidup di laboratorium kini bukan sesuatu yang mustahil, antaralain berkat Dr. Craig Venter dari Institute ofBiological Energy Alternative di Rockville, Maryland,Amerika Serikat. Venter sejak akhir bulan laluberhasil mengukuhkan diri sebagai orang yang sukses menciptakanvirus buatan. Tak salah, keseluruhan virus itubenar-benar dibuat di dalam laboratorium.
Organisme buatan itu diciptakan lewat sebuahmetode yang diklaim Venter dapat membawa perubahanbesar bagi dunia, yakni merangkaikan dan menyatukansegmen-segmen DNA. Sedangkan virus buatannya sendiri bisadigunakan untuk merekayasa pembuatan energi bersihataupun membersihkan polusi.
Mikroba buatan itu merupakan replika dari virus phi-X. Virus inibiasanya muncul alami dan menginfeksi bakteri—bukanmanusia. Phi-X merupakan organisme pertama yang kodegenetiknya bisa dibaca pada 1978. Genome-nya terdiri atas5.386 unit DNA dalam lingkaran kecil.
Segmen-segmen DNA itu dikopi lewat teknik reaksiberantai polimerase (PCR). Lalu Venter merangkaigenome phi-X dari oligonukleotida danmengkombinasikannya menjadi genome kompletmelalui metode polymerase cycle assembly (PCA) terbaru.Keseluruhan proses membuat phi-X buatan hanyamakan waktu 14 hari. Bakteriofage buatan ini punya sifat dankelakuan yang sama persis dengan yang asli. Dia punyadaya infeksi dan daya bunuh sel-sel bakteri serta bisabertahan hidup terhadap musuhnya. Temuan ini disebut parailmuwan sebagai terobosan untuk membuat organismeartifisial lain yang lebih kompleks.
PengujianVaksin Ebola
Dunia kedokteran sempat dikejutkan oleh serangan virus mematikan di Afrika kira-kira delapan tahun silam. Namanya virus ebola. Virus yangdiperkirakan menulari manusia lewat gorila ini membunuh 50-90 persen korbanterinfeksi. Di Kongo, sedikitnya 250 orang tewas dihajar virus ganas ini. Virus yangdikategorikan punya daya infeksi tinggi ini belum ditemukan penangkalnya.
Kini harapan baru untuk menangkal ebola menyeruak dari The US NationalInstitute of Allergy and Infectious Diseases. Duapekan lalu mereka mulai menguji vaksin ebola pada 24 orang relawan. Vaksin inidibuat menggunakan bagian dari DNA virus ebola untuk membentuk kekebalan tubuh.Pembuatnya adalah sebuah perusahaan farmasi bernama Vical Inc., yang bermarkas diSan Diego.
Sebelumnya, vaksin itu sukses diujikan pada kera. Padahal, sampai dua tahun lalu, harapan untuk mengujinya pada manusia belum ada. Maka, sejak minggu lalu, ke-27 relawan sudah mendapatkan tiga suntikan vaksin untuk dua bulan dan akan diikuti hingga setahun.
|